Sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Padang bekerja sama dengan Yayasan Dar El Iman Peduli menyelenggarakan Pelatihan Praktik Penyelenggaraan Jenazah yang diikuti oleh 60 santri warga binaan pada Jumat (21/3/2025).
Bertempat di Masjid Taqwa Lapas Kelas IIA Padang, pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penyelenggaraan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Ustadz Fadli, yang merupakan Koordinator Lapangan Komunitas Penyelenggaraan Jenazah (KPJ), bertindak sebagai instruktur utama dalam pelatihan tersebut.
"Pelatihan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai tata cara yang benar dalam memandikan dan mengafani jenazah sesuai dengan syariat," ujar Ustadz Fadli.
Selama sesi pelatihan, para peserta mendapatkan penjelasan mendetail dan demonstrasi langsung tentang rangkaian proses penyelenggaraan jenazah. Suasana pelatihan terasa hidup dan interaktif, terlihat dari antusiasme para santri dalam mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemateri.
Untuk meningkatkan partisipasi aktif, Ustadz Fadli juga menyelipkan sesi tanya jawab dengan memberikan hadiah bagi santri yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Metode ini terbukti efektif dalam menciptakan atmosfer pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan.
"Saya sangat mengapresiasi semangat belajar yang ditunjukkan oleh para santri. Mereka tidak hanya menyimak dengan baik, tetapi juga aktif bertanya dan berpartisipasi dalam simulasi praktik," tambah Ustadz Fadli.
Pelatihan penyelenggaraan jenazah ini memiliki signifikansi khusus bagi para santri yang berperan sebagai guru di masing-masing kamar. Dengan pemahaman yang baik tentang tata cara penyelenggaraan jenazah, mereka diharapkan dapat menjadi penggerak dan mentor bagi sesama warga binaan dalam mengamalkan ajaran Islam.
Program pembinaan keagamaan seperti ini merupakan salah satu bentuk upaya Lapas Kelas IIA Padang dalam mempersiapkan warga binaannya agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat, tidak hanya selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tetapi juga ketika kembali ke tengah masyarakat.
Melalui berbagai program pembinaan keagamaan, Lapas Kelas IIA Padang terus berupaya mewujudkan visinya dalam pembentukan karakter warga binaan yang religius dan memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)
Editor : Adetio Purtama