Acara ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata, dan akan dipusatkan di Bundaran Gunung Padang atau Lapangan Sepak Bola Siti Nurbaya.
Festival ini menjadi salah satu momen budaya terbesar di kota, menampilkan kekayaan seni tradisional Minangkabau dan menjadi ruang temu hangat antara masyarakat dengan para perantau yang kembali pulang kampung. Acara dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang.
Hari pertama akan diisi dengan Padang Ekraf Festival, sebuah pameran produk ekonomi kreatif lokal yang melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah dari berbagai sektor. Pameran ini menghadirkan kuliner khas, oleh-oleh unggulan Sumatera Barat, serta kerajinan tangan dan produk kreatif lainnya.
Sementara itu, pada Jumat hingga Minggu, tanggal 11–13 April, suasana festival akan dihidupkan oleh pertunjukan seni kreatif Kota Padang. Mulai dari tari tradisional, musik etnik, hingga pertunjukan budaya kontemporer yang tetap lekat dengan nilai-nilai Minangkabau akan tampil bergantian.
Festival ini bukan hanya sebagai bentuk hiburan, tetapi juga menjadi cara Kota Padang merayakan lebaran dalam nuansa khas Minang. Para pengunjung akan disuguhkan suasana khas kampung halaman, lengkap dengan sajian budaya, panorama alam, dan aneka kuliner lokal yang menggoda.
Selain itu, Lebaran Art Festival 2025 juga menjadi sarana strategis untuk mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Padang. Melalui festival ini, para pelaku UMKM diberi ruang untuk unjuk gigi, memperkenalkan produknya kepada khalayak luas, termasuk para wisatawan dan pemudik yang singgah.
Dengan semangat kebersamaan dan kebudayaan, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi simbol cinta pada tradisi, serta wadah bagi regenerasi seni dan budaya Minangkabau.(*)
Editor : Hendra Efison