Dari pantauan Padang Ekspres pada Minggu (13/4/2025), harga satu butir kelapa kini dibanderol Rp10 ribu hingga Rp12 ribu. Angka ini nyaris dua kali lipat dari harga normal yang berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per butir.
Tak hanya itu, produk turunan kelapa seperti santan juga ikut terkerek naik. Di berbagai pasar, harga santan kini menembus Rp17 ribu per kilogram, menyulitkan para pedagang kecil dan konsumen rumah tangga yang selama ini sangat bergantung pada bahan pokok tersebut—terutama dalam masakan khas Minang yang banyak mengandalkan santan.
Baca Juga: 20 Guru Non-ASN Padangpariaman Gagal PPPK Setelah Lulus Administrasi, Status Diubah Tanpa Penjelasan
Kenaikan harga ini bukan tanpa sebab. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah penghasil kelapa seperti Pesisir Selatan dan Pariaman disebut-sebut sebagai penyebab utama menurunnya pasokan ke pasar Padang.
“Kelapa sekarang mahal sekali. Banyak pelanggan yang komplain, tapi kami pun tak bisa berbuat apa-apa. Modal kami naik,” tutur Yusnidar (45), pedagang kelapa di Pasar Raya Padang, sembari melayani pembeli. Menurutnya, harga kelapa di lapaknya kini mencapai Rp11 ribu untuk ukuran kecil dan Rp12 ribu per butir.
Hal serupa juga disampaikan Beni, penjual santan di kawasan Koto Tangah. Ia menyebut harga santan sudah tinggi sejak sebelum Lebaran dan belum juga turun hingga kini.
Baca Juga: Wilayah Utara Dianggap Ketinggalan, Fraksi PPP Wacanakan Pemekaran Kabupaten Padangpariaman
“Santan sekarang Rp17 ribu. Kelapa bulat di lapak saya dijual Rp10 ribu. Pembeli banyak yang mengeluh,” katanya.
Tak hanya pedagang, ibu rumah tangga pun ikut terdampak. Fitriani (38), warga Kuranji, mengaku terpaksa mengurangi penggunaan santan dalam masakan sehari-hari.
“Harga santan tidak masuk akal. Biasanya saya stok santan di freezer hampir tiap hari, sekarang cuma beli seminggu sekali,” keluhnya. (shy)
Editor : Hendra Efison