Kedatangan Andre disambut haru oleh keluarga korban. Ia tidak hanya menyampaikan duka cita secara langsung, tetapi juga menyerahkan bantuan uang tunai dan meminta PT Semen Padang membantu memperbaiki rumah korban yang rusak akibat tertabrak truk.
"Saya Wakil Ketua Komisi VI yang membidangi BUMN. Kami ingin memberikan santunan, sekaligus meminta Semen Padang membantu merehabilitasi rumah korban. Saya bawa langsung Direktur Utama Semen Padang, Indrieffouny Indra," ujar Andre.
Bersama Dirut Semen Padang, Andre melihat langsung kondisi rumah yang kini sudah dipasangi garis polisi. Bangkai truk masih berada di lokasi kejadian.
“Setelah truk diangkat, Semen Padang akan turunkan tim untuk memperbaiki rumah ini. Karena ini daerah lingkungan Semen Padang. Semoga bisa meringankan beban keluarga,” katanya.
Ayah korban, Harliadi atau yang akrab disapa Boy, menceritakan peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (23/4/2025) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Dua anaknya, Arfan (5) dan Khayla (2), tewas dalam kejadian itu. “Anak meninggal di pangkuan istri saya,” ucap Boy lirih.
Istrinya, Yuliana (30), masih dalam kondisi trauma berat setelah menyaksikan langsung kematian kedua buah hatinya. “Istri masih syok. Belum bisa bicara banyak,” jelas Boy.
Boy juga mengungkapkan bahwa kecelakaan serupa pernah terjadi sebelumnya di lokasi tersebut. “Beberapa tahun lalu, mobil Avanza juga menabrak rumah warga di sini. Anak pemilik rumah meninggal,” kenangnya.
Menanggapi hal itu, Andre Rosiade mendesak agar pemerintah dan PT Semen Padang membangun pembatas beton permanen di ruas jalan tersebut untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
"Karena kejadian seperti ini berulang, harus ada pembatas beton yang bisa menghambat kendaraan bila rem blong dari atas. Ini masalah keselamatan warga," tegas Andre.
Tak hanya soal infrastruktur, Andre juga meminta Semen Padang membantu pemulihan trauma bagi ibu korban. “Ibu korban harus dirawat dan ditangani secara khusus di Semen Padang Hospital (SPH),” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, menyatakan kesiapan pihaknya. “Kami turut berduka. Insha Allah, kami akan merehab rumah ini dan memfasilitasi perawatan trauma ibu korban di SPH,” kata Indrieffouny.
Ia juga memastikan peninggian pembatas jalan beton di titik rawan kecelakaan akan segera dilakukan. “Sesuai instruksi Pak Andre dan permintaan warga, kami akan meninggikan pembatas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan,” jelasnya.
Indrieffouny menambahkan, pihaknya juga akan memberikan pengobatan terbaik bagi korban di SPH.
“Silakan besok datang ke SPH, akan kami tangani dengan maksimal. Selain pengobatan fisik, juga akan ada trauma healing. Kami doakan keluarga cepat pulih,” tutupnya.(*)
Editor : Hendra Efison