Kabid Pemberdayaan UKM Diskop UKM Kota Padang, Nasdwiyelly, menyampaikan bahwa penyebaran UMKM terbilang merata.
Beberapa kecamatan dengan jumlah terbanyak antara lain Kuranji (7.836 unit), Kototangah (6.336 unit), dan Lubukbegalung (5.538 unit).
“Penyebaran UMKM cukup merata. Data ini penting sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan yang lebih efektif,” ujar Nasdwiyelly.
Untuk memaksimalkan potensi UMKM, Diskop UKM membagi pelaku usaha ke dalam dua kelompok utama, yakni Pemberdayaan dan Pengembangan. Hal ini dilakukan agar pembinaan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tahapan usaha.
Hingga tahun 2024, Diskop UKM telah melakukan pendampingan di seluruh kelurahan, serta menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti kewirausahaan dasar, teknik pengemasan, pemasaran, dan digital marketing.
“Fokus kami adalah memperkuat fondasi bisnis UMKM, terutama dalam memahami strategi pemasaran digital di era saat ini,” tambahnya.
Tahun 2025, Semi Inkubasi Diterapkan di Seluruh Kecamatan
Memasuki tahun 2025, Diskop UKM mengambil langkah strategis melalui program semi inkubasi. Program ini dijalankan di seluruh kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengikutsertakan 50 UMKM.
Pelatihan yang diberikan bersifat komprehensif dan meliputi berbagai topik penting seperti:
- Model Bisnis Canvas
- Penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
- Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)
- Strategi Branding
- Teknik Pengemasan
- Digital Marketing
- Public Speaking
- Live Selling di e-commerce
- Pengenalan standar ISO
Program ini dikemas dalam bentuk kompetisi antar UMKM, di mana 7 peserta terbaik dari setiap kecamatan akan melanjutkan ke pelatihan lanjutan yang lebih mendalam dan berkualitas.
Diskop UKM juga menggandeng lembaga inkubasi, perbankan, universitas, dan Pemprov Sumatera Barat untuk memperluas jangkauan pelatihan serta dukungan usaha.
Promosi Lewat Event Bazar dan Platform Digital
Selain pembinaan, Diskop UKM turut memfasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM melalui:
- Event bazar tingkat kota dan nasional
- Akun e-commerce “DISAUMPAETOS” di Instagram dan TikTok, sebagai platform penjualan produk UMKM unggulan hasil kurasi
“Kami ingin UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara offline maupun online,” ungkap Nasdwiyelly.
Program ini dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan omset pelaku usaha. Nasdwiyelly menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami berharap ke depan jangkauan dan kualitas program terus meningkat. Semakin banyak UMKM yang bergabung, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi lokal,” tutupnya. (cr2)
Editor : Hendra Efison