Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dinas Koperasi dan UKM Rilis Data Terbaru UMKM Padang Capai 47.289 Unit

Randi Zulfahli • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:56 WIB

Pengusaha UMKM difasilitasi untuk mengikuti aneka bazar dan event di Kota Padang. (Foto Diskop UKM Padang)
Pengusaha UMKM difasilitasi untuk mengikuti aneka bazar dan event di Kota Padang. (Foto Diskop UKM Padang)
PADEK.JAWAPOS.COM—Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kota Padang mencatat pertumbuhan signifikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Maret 2025, jumlah UMKM di kota ini telah mencapai 47.289 unit usaha, tersebar di 11 kecamatan.

Kabid Pemberdayaan UKM Diskop UKM Kota Padang, Nasdwiyelly, menyampaikan bahwa penyebaran UMKM terbilang merata.

Beberapa kecamatan dengan jumlah terbanyak antara lain Kuranji (7.836 unit), Kototangah (6.336 unit), dan Lubukbegalung (5.538 unit).

“Penyebaran UMKM cukup merata. Data ini penting sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan yang lebih efektif,” ujar Nasdwiyelly.

Untuk memaksimalkan potensi UMKM, Diskop UKM membagi pelaku usaha ke dalam dua kelompok utama, yakni Pemberdayaan dan Pengembangan. Hal ini dilakukan agar pembinaan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tahapan usaha.

Hingga tahun 2024, Diskop UKM telah melakukan pendampingan di seluruh kelurahan, serta menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti kewirausahaan dasar, teknik pengemasan, pemasaran, dan digital marketing.

“Fokus kami adalah memperkuat fondasi bisnis UMKM, terutama dalam memahami strategi pemasaran digital di era saat ini,” tambahnya.

Tahun 2025, Semi Inkubasi Diterapkan di Seluruh Kecamatan

Memasuki tahun 2025, Diskop UKM mengambil langkah strategis melalui program semi inkubasi. Program ini dijalankan di seluruh kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengikutsertakan 50 UMKM.

Pelatihan yang diberikan bersifat komprehensif dan meliputi berbagai topik penting seperti:

Program ini dikemas dalam bentuk kompetisi antar UMKM, di mana 7 peserta terbaik dari setiap kecamatan akan melanjutkan ke pelatihan lanjutan yang lebih mendalam dan berkualitas.

Diskop UKM juga menggandeng lembaga inkubasi, perbankan, universitas, dan Pemprov Sumatera Barat untuk memperluas jangkauan pelatihan serta dukungan usaha.

Promosi Lewat Event Bazar dan Platform Digital

Selain pembinaan, Diskop UKM turut memfasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM melalui:

“Kami ingin UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara offline maupun online,” ungkap Nasdwiyelly.

Program ini dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan omset pelaku usaha. Nasdwiyelly menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Kami berharap ke depan jangkauan dan kualitas program terus meningkat. Semakin banyak UMKM yang bergabung, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi lokal,” tutupnya. (cr2)

Editor : Hendra Efison
#UMKM Padang 47289 Unit #Dinas Koperasi dan UKM Padang #Rilis Data Terbaru