Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gersang, Jalan Bypass Padang Butuh Pohon Rindang

Silvina Fadhilah • Rabu, 7 Mei 2025 | 12:00 WIB

Salah satu titik di Jalan Bypass yang minim pohon lindung, Selasa (6/5).
Salah satu titik di Jalan Bypass yang minim pohon lindung, Selasa (6/5).
PADEK.JAWAPOS.COMMinimnya penanaman pohon rindang di sepanjang Jalan Bypass Kota Padang menjadi sorotan masyarakat. Kondisi jalan yang gersang, padat lalu lintas, serta polusi dari kendaraan pribadi dan angkutan berat, membuat pengendara, khususnya sepeda motor, merasa tidak nyaman.

Tak hanya terpapar panas matahari secara langsung, mereka juga mengeluhkan udara yang semakin sesak akibat emisi kendaraan.

Pantauan Padang Ekspres Selasa (6/5) menunjukkan bahwa beberapa pohon memang sudah ditanam di pembatas jalan, namun jaraknya terlalu berjauhan dan jumlahnya minim.

Akibatnya, fungsi pohon sebagai peneduh dan penyerap polusi tidak optimal. Selain menurunkan kenyamanan, minimnya vegetasi ini juga berdampak negatif terhadap estetika dan kualitas udara kota.

Chelsi Maulina Putri, 23, seorang pengendara sepeda motor, mengungkapkan keluhannya terhadap kondisi tersebut. “Jalanan padat, panas, dan asap kendaraan bermotor terasa sesak. Tidak ada pohon rindang yang bisa memberikan sedikit kesejukan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan lebar bahu dan median jalan yang cukup luas, seharusnya bisa ditanam lebih banyak pohon.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Prayoga Cahyo, 28, warga yang rutin melewati jalur tersebut. “Panasnya luar biasa, apalagi saat siang hari. Butuh penanaman pohon lebih banyak,” kata Prayoga.

Ia menambahkan, penghijauan tak hanya penting untuk kenyamanan visual, tetapi juga berdampak pada kesehatan lingkungan dan masyarakat.

“Udara panas dan polusi udara dari kendaraan bermotor bisa meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Maka dari itu, diperlukan lebih banyak pohon yang mampu menyerap udara kotor dan menghasilkan oksigen,” jelas Prayoga.

Kondisi minim penghijauan di sepanjang Jalan Bypass ini diakui oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta.

Kepada Padang Ekspres, ia menyebut kendala utama dalam penanaman pohon adalah kondisi struktur median jalan yang memiliki lapisan aspal lama di bawah permukaan tanah. Hal ini menyebabkan kedalaman tanah yang tersedia sangat dangkal dan berisiko menyebabkan pohon tumbang.

“Kebanyakan titik median Jalan Bypass terdapat lapisan aspal lama di bawahnya, tanahnya dangkal dan tidak memungkinkan penanaman pohon secara langsung karena berisiko tumbang,” terang Fadelan.

Sebagai solusi, DLH Kota Padang telah menyiapkan langkah teknis berupa kerja sama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II untuk melakukan spot digging atau pembongkaran lokal pada titik-titik median yang ditargetkan untuk penanaman pohon. Nantinya, media tanam akan diganti dengan tanah gembur agar akar pohon bisa tumbuh kuat dan stabil.

“Langkah teknis ke depan, kita akan berkoordinasi dan meminta bantuan PJN II untuk melakukan spot digging di titik median yang akan ditanami. Setelah itu, kita ganti media tanamnya dengan tanah gembur agar akar pohon bisa tumbuh kuat dan stabil,” jelas Fadelan.

Ia juga memastikan akan bertanggung jawab penuh dalam merawat pohon yang sudah ditanam. Selain itu, Fadelan mengajak masyarakat, serta pihak swasta untuk ikut serta dalam program adopsi pohon.

Skema ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan teduh.

“Kita juga mengajak pihak swasta dan komunitas melalui skema adopsi pohon agar keterlibatan masyarakat makin besar. Selain menambah nilai estetika, ini juga bagian dari ikhtiar bersama menciptakan kota yang lebih sehat dan teduh ke depannya,” pungkas Fadelan. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#jalan bypass padang #gersang #Pohon Rindang