Hingga Sabtu malam ini, proses pencarian masih berlangsung di tengah kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Tim SAR dari Kantor SAR Kelas A Padang terus berupaya menemukan dan mengevakuasi para korban sesegera mungkin.
Informasi awal mengenai kejadian ini diterima oleh Kantor SAR Padang dari anggota Polresta Padang bernama Joni pada pukul 18.50 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Kepala Seksi Operasi SAR Padang, Hendri, langsung membentuk tim penyelamat.
Menurut data yang dihimpun, tujuh pemancing tersebut berangkat melaut sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu nelayan. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, mesin kapal mendadak mati saat mereka berada di sekitar perairan Pulau Air.
“Kondisi ini membuat kapal mereka terombang-ambing karena tidak bisa dikendalikan,” jelas Hendri.
Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°52'39.53"S - 100°12'50.67"T, atau sekitar 7,98 nautical mile (NM) dari Kantor SAR Padang. Perjalanan menuju titik tersebut diperkirakan memakan waktu satu jam dengan kapal cepat, menuju arah barat daya (heading 237º).
Tim penyelamat yang terdiri dari enam personel diberangkatkan pukul 19.05 WIB, lengkap dengan peralatan seperti Rescue Car Double Cabin, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02, serta perlengkapan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.
Hingga kini, identitas para korban belum diumumkan dan akan disampaikan setelah proses pencarian berlangsung lebih lanjut. Pihak Kantor SAR Kelas A Padang juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan upaya penyelamatan.(*)
Editor : Hendra Efison