Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang bergerak cepat setelah menerima laporan dan berhasil memadamkan api dalam waktu singkat.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 08.44 WIB.
Sebanyak tujuh unit armada beserta 70 personel Damkar segera dikerahkan dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.52 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 09.10 WIB.
"Kami menerima laporan adanya kepulan asap dari dalam rumah dan langsung merespons cepat," ujar Rinaldi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian. Jarak tempuh dari markas Damkar ke lokasi diperkirakan sekitar 6 kilometer.
Rumah yang terbakar diketahui milik Ali Anafian, seorang guru berusia 39 tahun. Akibat kejadian ini, satu unit rumah hunian dengan luas sekitar 40 meter persegi ludes dilalap api.
"Kerugian materil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp350 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Lima orang penghuni rumah yang merupakan satu keluarga berhasil selamat," ujar Rinaldi.
Menurut keterangan saksi mata, Megi Zuhdi (37), seorang karyawan swasta yang tinggal di sekitar lokasi, ia melihat asap mengepul dari dalam rumah korban sebelum melaporkannya ke pihak Damkar.
Rinaldi menambahkan, meskipun satu rumah mengalami kerusakan berat, petugas Damkar berhasil mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.
Tercatat, sekitar delapan bangunan di sekitar lokasi kejadian berpotensi terdampak, namun berkat kesigapan petugas, aset senilai kurang lebih Rp 1 miliar berhasil diselamatkan dengan luas area terdampak sekitar 100 meter persegi.
"Situasi di lokasi kejadian cukup padat perumahan dan ramai masyarakat, dengan akses jalan yang sempit menjadi sedikit kendala. Namun, berkat kerja keras seluruh personel, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan," jelas Rinaldi.
Penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Selain personel Damkar Kota Padang, di lokasi kejadian juga ada petugas dari PMI dan PLN untuk penanganan lebih lanjut.(*)
Editor : Hendra Efison