Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penjualan Sapi Kurban di Padang Mulai Meningkat

Silvina Fadhilah • Selasa, 20 Mei 2025 | 11:15 WIB

Sapi-sapi yang berada di kandang Rumah Hewan Saiyo Sakato yang berlokasi di Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, kemarin.
Sapi-sapi yang berada di kandang Rumah Hewan Saiyo Sakato yang berlokasi di Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM--Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh 6 Juni 2025 mendatang, antusiasme masyarakat Kota Padang untuk membeli hewan kurban mulai menunjukkan peningkatan.

Salah satu titik penjualan yang mencatat lonjakan permintaan signifikan adalah Rumah Hewan Saiyo Sakato yang berlokasi di Pasarambacang, Kecamatan Kuranji.

Pemilik Rumah Hewan Saiyo Sakato, Yuhandri, Senin (19/5) mengungkapkan bahwa sejak membuka penjualan pertengahan April lalu, jumlah sapi yang sudah terjual mencapai angka yang signifikan. Dari 25 ekor sapi yang disediakan, kini hanya tersisa sembilan ekor yang belum terjual.

Alhamdulillah, penjualan tahun ini meningkat. Hampir seluruh sapi sudah dipesan, baik oleh pengurus masjid maupun untuk kurban pribadi,” ujar Yuhandri saat diwawancarai Padang Ekspres.

Menurutnya, lonjakan permintaan didominasi oleh sapi jenis Brahman Lokal Medan, Simental Bali (Simbal), dan Limosin, yang dikenal sebagai jenis sapi dengan kualitas daging premium.

“Permintaan sejak April lalu terdiri dari 22 ekor sapi Brahman lokal Medan, 3 ekor Simental Bali, dan 2 ekor sapi Limosin. Jenis-jenis ini jadi incaran pembeli karena kualitas dagingnya yang lebih baik dibandingkan sapi lokal lainnya,” jelas Yuhandri.

Ia menambahkan, peningkatan penjualan ini tidak terjadi secara kebetulan. Rumah Hewan Saiyo Sakato menerapkan strategi penjualan yang fokus pada penyediaan hewan kurban yang sehat, berkualitas, dan sesuai syariat.

“Kami prioritaskan kesehatan dan kualitas. Setiap sapi kami periksa secara ketat sebelum dijual. Semua sapi kami pastikan memenuhi syarat sah untuk hewan kurban,” tambahnya.

Syarat yang dimaksud antara lain sapi harus sehat secara fisik, berusia minimal dua tahun, serta bebas dari cacat atau penyakit. Sapi juga harus tidak buta, tidak memiliki telinga atau anggota tubuh yang rusak, dan terbebas dari penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Ciri-ciri sapi sehat yang kami jual antara lain matanya jernih, rongga mulut bersih, dan bebas dari gejala PMK. Semuanya kami periksa secara menyeluruh sebelum dilepas ke pembeli,” terang Yuhandri.

Dalam hal harga, Yuhandri menyebutkan bahwa sapi kurban dengan bobot kurang dari 70 kilogram dihargai Rp 16,5 juta, sementara sapi pedaging dengan bobot kurang dari 230 kilogram dihargai Rp 30 juta.

“Sebagai layanan tambahan, kami juga memberikan fasilitas gratis pengantaran kepada pembeli,” pungkasnya. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#penjualan #sapi kurban #kota padang