Langkah awal dimulai dengan pemasangan rambu retribusi parkir di beberapa titik strategis, salah satunya di dekat SMAN 1 Padang, Kamis (22/5/2025).
Lurah Lolong Belanti, Eripon, mengatakan pengelolaan parkir di wilayahnya kini akan ditangani oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setelah sebelumnya marak diberitakan adanya parkir liar di media sosial.
“Viralnya parkir liar di daerah kita beberapa waktu lalu di medsos, membuat kita mengelola sendiri sektor perparkiran. Kita berharap, apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi pilot project oleh kelurahan lain di Kota Padang,” ujar Eripon.
Menurutnya, potensi peningkatan PAD dari sektor parkir di Kelurahan Lolong Belanti cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan progul Wali Kota Padang seperti Padang Amanah, Sinergi Nagari, Padang Melayani, Padang Rancak.
“Selama ini Kelurahan Lolong Belanti loss perparkiran, padahal berpotensi untuk meningkatkan PAD. Dengan melibatkan LPM, kita dapat memberdayakan warga dan mendukung program Pemko,” tambahnya.
Eripon menyebutkan bahwa saat ini telah dilakukan pemasangan 6 dari total 13 rambu retribusi parkir di berbagai titik wilayah kelurahan.
Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Padang, Verino Edwin, menyambut baik inisiatif Lolong Belanti.
Menurutnya, inisiatif ini akan membantu menambah PAD sekaligus membuka lapangan kerja dan menekan praktik premanisme di sektor parkir.
“Dengan terkoordinirnya perparkiran yang dikelola langsung oleh LPM, tentu akan memberikan lapangan pekerjaan bagi warga kota. Dengan pengelolaan sektor perparkiran, tentunya tidak ada lagi premanisme,” jelas Verino.
Tokoh masyarakat Kelurahan Lolong Belanti, Maidestal Hari Mahesa, juga mendukung penuh langkah tersebut. Ia menilai pengelolaan parkir oleh warga melalui LPM bisa menjadi solusi untuk menertibkan pungutan liar (pungli) dan meningkatkan kenyamanan di ruang publik.
“Kita turut mendukung progul Walikota Padang dengan menertibkan pungli dan parkir liar. Kita harapkan apa yang dilakukan Lolong Belanti menjadi percontohan bagi kelurahan lain di Kota Padang,” tutup Mahesa.
Program ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan parkir berbasis komunitas yang efektif dalam meningkatkan pendapatan daerah serta menciptakan tata kelola parkir yang tertib, aman, dan ramah bagi warga dan pengunjung.(edg)
Editor : Hendra Efison