Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Pantai Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (22/5/2025).
Rincian Bantuan Pertanian dan Perikanan:
Bantuan benih sayur disalurkan untuk 50 KWT, yang tersebar di tiga wilayah BPP: Koto Tangah (18 KWT), Nanggalo (12 KWT), dan Marapalam (20 KWT). Jenis benih yang dibagikan antara lain:
- Bayam: 50 pack @500 gram
- Cabai keriting: 50 sachet @150 butir
- Tomat: 100 sachet (@150 dan @200 butir)
- Kacang panjang: 100 pack (500 gram dan 1 kg)
- Terung ungu: 50 sachet @100 butir
Sementara itu, Poklahsar yang menerima bantuan sarana perikanan adalah:
- Poklahsar Bumi Ceria: 1 unit freezer 200 liter
- Poklahsar Berkah Laut: 10 unit coolbox 220 liter
- Poklahsar Zara: 1 unit freezer 200 liter
- Poklahsar Pedagang Ikan Pantai Purus: 1 unit coolbox 220 liter
- Poklahsar Ikan Teri Super: 1 unit freezer 200 liter
- Poklahsar Dapur Teteh: 1 unit freezer 200 liter
Dalam sambutannya, Maigus menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani yang mendukung program nasional penanganan daerah rawan pangan.
“Pemerintah Kota Padang tidak hanya ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi rumah tangga yang mandiri,” ujar Maigus.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga. “Kalau hari ini kita mulai dengan menanam dan mengolah untuk kebutuhan dapur sendiri, maka besok kita harus mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Inilah semangat Padang Melayani, hadir dan bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Tujuan Program: Ketahanan dan Kemandirian Pangan
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan prinsip konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
“Program ini mendukung konsumsi pangan B2SA serta menjadi bagian dari strategi penanganan daerah rawan pangan. Harapannya, kelompok-kelompok ini mampu meningkatkan produktivitas, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk menambah pendapatan keluarga,” jelas Alfiadi.
Ia menambahkan bahwa program tidak berhenti pada distribusi bantuan. “Tujuan akhir dari program ini adalah kemandirian. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimis kelompok-kelompok ini bisa tumbuh menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi pangan lokal,” pungkasnya.(*)
Editor : Hendra Efison