Dari pantauan di salah satu pusat penukaran uang asing di kawasan Pasar Raya Padang, yakni Money Changer Valuta Asing Murni, Senin (26/5) peningkatan permintaan terlihat jelas dalam sebulan terakhir.
Dini Melda Viona, staf operasional di Money Changer Murni, menyampaikan, mayoritas penukar mata uang adalah calon jamaah haji yang akan segera berangkat ke Tanah Suci.
“Dalam sebulan terakhir, permintaan riyal cukup banyak. Rata-rata yang menukar adalah calon jamaah haji. Ini rutin terjadi setiap tahun menjelang puncak ibadah haji. Biasanya mulai naik dua bulan sebelumnya, tapi puncaknya memang sebulan jelang keberangkatan,” ujarnya.
Meskipun sebagian besar calon jamaah haji sudah menerima alokasi uang saku dalam bentuk riyal dari Kementerian Agama, banyak yang tetap datang untuk menukarkan uang tambahan. Jumlah yang ditukarkan pun bervariasi, tergantung kebutuhan masing-masing jamaah.
“Tidak semua menukar dalam jumlah besar, karena memang sebagian sudah dibekali riyal dari pemerintah. Tapi ada juga yang menukar antara 2 juta hingga 5 juta riyal,” jelas Dini.
Terkait nilai tukar, Dini menjelaskan, kurs riyal terhadap rupiah mengalami fluktuasi dalam sepekan terakhir. “Hari ini Senin (26/5), 1 riyal kami jual dengan harga sekitar Rp 4.700. Pada Jumat lalu sempat mencapai Rp 4.750, dan di hari lain sempat berada di angka Rp 4.720. Tapi saat ini sudah mulai stabil di kisaran Rp 4.700,” tuturnya.
Dari sisi pecahan uang, stok pecahan besar seperti 50 dan 100 riyal cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan para penukar. Menurut Dini, pecahan 100 riyal menjadi yang paling diminati karena praktis dan mudah dihitung. “Paling diminati pecahan 100 riyal, karena nilainya pas. Satu lembar setara dengan Rp 470.000,” imbuhnya.
Di sisi lain, rupiah menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Jika pada Jumat sebelumnya nilai tukar dolar berada di level Rp 16.550, maka hari ini sudah turun ke Rp 16.325 per dolar.
“Rupiah membaik, dan ini turut membantu daya beli masyarakat, termasuk dalam hal penukaran mata uang asing,” kata Dini.
Selain riyal, beberapa mata uang asing lain juga mengalami peningkatan permintaan, meskipun tidak sebesar riyal. “Dalam bulan ini, riyal memang yang paling banyak, tapi ringgit Malaysia dan baht Thailand juga ikut naik. Permintaan ini datang dari masyarakat yang merencanakan perjalanan wisata atau ibadah umrah,” jelasnya.
Dengan semakin dekatnya waktu keberangkatan calon jamaah haji, pihak money changer memperkirakan bahwa lonjakan permintaan riyal akan terus berlangsung hingga awal Juni.
“Kami sudah siapkan stok pecahan yang cukup, terutama untuk riyal, karena biasanya satu minggu sebelum keberangkatan adalah masa paling ramai,” tutup Dini. (cr1)
Editor : Adetio Purtama