Hal ini disampaikan Plh Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Abrar Munanda, Kamis (29/5/2025).
Layanan pertama adalah aplikasi Sahabat Haji Sumbar, yang dirancang untuk memantau lokasi dan kondisi kesehatan jemaah secara real-time.
Layanan kedua berupa Tim Respons Cepat yang terdiri dari dokter dan psikolog, siaga 24 jam melalui hotline darurat.
Ketiga, PPIH juga menghadirkan Konseling Pra-Berangkat untuk membekali mental dan spiritual jemaah sebelum terbang ke Tanah Suci.
“PPIH juga menyiapkan rendang beku untuk bekal para jemaah di Arab Saudi,” ujar Abrar.
Abrar menambahkan, Kloter 14 Embarkasi Padang dengan total 420 jemaah telah dilepas keberangkatannya pada Rabu (28/5/2025) oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi.
Menurut data resmi PPIH, dari total jemaah kloter 14 tersebut, 212 adalah laki-laki dan 208 perempuan. Mereka mayoritas berasal dari Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, dan Pesisir Selatan. Tercatat pula 68 orang di antaranya adalah jemaah lanjut usia atau di atas 65 tahun.
“Kepada mereka nantinya akan ada pelayanan khusus, berupa pendampingan dari 10 orang tenaga kesehatan,” jelas Abrar.
Dalam acara pelepasan keberangkatan, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa Pemprov Sumbar terus melakukan koordinasi dengan Kemenag dan PPIH, termasuk dengan pihak maskapai penerbangan.
“Beberapa aspek yang terus menjadi perhatian kami adalah akomodasi, kesehatan, dan logistik. Semuanya kita minta terkoordinasi dan terkelola dengan baik,” ungkap Mahyeldi.
Ia juga menitipkan pesan khusus kepada para jemaah. “Bawa doa seluruh masyarakat Sumbar di Multazam, agar daerah kita terhindar dari segala bencana. Jadilah haji mabrur yang membawa perubahan bagi keluarga dan lingkungan," pungkasnya. (*)
Editor : Hendra Efison