Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Update Kasus Dugaan Kelalaian: RSUD dr. Rasidin Padang Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Randi Zulfahli • Senin, 2 Juni 2025 | 15:21 WIB
Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Desy Susanty saat sesi doorstop bersama awak media di Kantor DPRD Kota Padang, Senin (2/6/2025)
Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Desy Susanty saat sesi doorstop bersama awak media di Kantor DPRD Kota Padang, Senin (2/6/2025)

PADEK.JAWAPOS.COM—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang mengambil sejumlah langkah sigap untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Upaya ini dilakukan menyusul insiden dugaan kelalaian yang berujung pada meninggalnya seorang pasien, Desi Erianti (44).

Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Desy Susanty, menegaskan komitmen pihaknya dalam membenahi sistem dan prosedur demi meminimalisir kejadian serupa di kemudian hari.

Saat agenda dengar pendapat (hearing) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Senin (2/6/2025), dr. Desy menjelaskan bahwa saat ini proses audit medik sedang berjalan.

“Kami sedang menjalankan proses audit medik, dan hasilnya akan menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan,” ujar dr. Desy.

Ia menambahkan, audit kendali mutu juga dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan rekomendasi yang dihasilkan akan segera ditindaklanjuti.

“Kita akan kasih rekomendasinya. Audit kendali mutu kita juga laksanakan sesuai dengan aturan yang sudah ada. Jadi kita melakukan rekomendasi yang nanti akan kita tindak,” paparnya.

Selain evaluasi mendalam melalui audit medik, RSUD dr. Rasidin juga terus menggenjot peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pelatihan berkelanjutan.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh tenaga medis dan non-medis memiliki kompetensi yang mumpuni dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

“Untuk peningkatan SDM segala macam, kita sudah melaksanakan di RSUD. Kami sudah melakukan pelatihan-pelatihan untuk teman-teman, baik dokter umum maupun semua tenaga kesehatan yang ada,” jelas dr. Desy.

Ia menambahkan, rumah sakit memiliki unit pendidikan dan pelatihan (diklat) yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi seluruh staf.

Manajemen rumah sakit juga menerapkan sistem pemantauan layanan secara ketat. Laporan harian dan laporan dua mingguan (cash report) menjadi instrumen penting untuk memantau setiap kejadian dan mengevaluasi kinerja pelayanan.

“Kita punya cash report sekali dua minggu, kita juga punya morning report setiap hari. Jadi setiap kejadian yang ada di RSUD kita pantau evaluasi setiap hari,” kata dr. Desy.

Sistem pelaporan ini memungkinkan identifikasi cepat terhadap potensi masalah dan pengambilan tindakan korektif yang diperlukan.

Meskipun demikian, dr. Desy tidak menampik adanya tantangan dalam merealisasikan seluruh rencana peningkatan kompetensi SDM. Dengan jumlah pegawai yang hampir mencapai 600 orang, penyesuaian pembiayaan menjadi pertimbangan utama.

“Dari manajemen, kami juga melaksanakan perencanaan penambahan peningkatan kompetensi SDM yang ada di rumah sakit. Nah, karena kita banyak, karena hampir 600 SDM kita di rumah sakit, tentu dengan pembiayaan tidak semua kita akomodir,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan, dr. Desy menegaskan bahwa semua pelatihan yang telah direncanakan akan dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi pelayanan secara berkelanjutan demi perbaikan yang lebih baik di masa mendatang.

“Semua yang sudah melatih itu kita laksanakan di RSUD. Karena memang tergantung kalau regulasi kami dari manajemen sudah menyampaikan. Yang dilakukan tadi evaluasi setiap hari, pelayanan setiap hari,” tegas dr. Desy.

Ia mengakui bahwa dalam pelayanan, kemungkinan adanya ”miss” atau kendala tidak bisa dihindari. Namun, hal tersebut justru menjadi pemicu bagi RSUD dr. Rasidin untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan dan keselamatan pasien.

“Tapi ini menjadi untuk kami untuk evaluasi ke depannya lebih baik,” tutup dr. Desy. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Desi Erianti Meninggal Dunia di RSU Siti Rahmah #dugaan kelalaian #RSUD dr Rasidin Padang #evaluasi