Pencanangan ini dilakukan pada Kamis, 12 Juni 2025, diawali dengan kegiatan jalan santai dari Club House PT Semen Padang menuju lokasi gua di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta, termasuk perwakilan insan PT Semen Padang Group, masyarakat sekitar, dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Padayo.
Turut hadir Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, Kepala Departemen SDM PT Semen Padang Juke Ismara, Koordinator Rehabilitasi BNNP Sumbar Josra Maidi, dan Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati.
Pencanangan kawasan wisata bebas narkoba ini ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Kawasan Wisata Gua Kelelawar Padayo Bersinar” sebagai simbol komitmen kolektif membangun destinasi yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Ricky Yanuarfi menegaskan pentingnya kawasan wisata sebagai zona yang harus dilindungi dari penyalahgunaan narkoba.
“Kawasan wisata adalah aset daerah yang harus kita lindungi bersama. Sinergi antara BNN, dunia usaha seperti PT Semen Padang, dan masyarakat melalui Pokdarwis menjadi benteng perlindungan bagi generasi muda dan wisatawan dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Dari pihak perusahaan, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, menyebut bahwa pencanangan ini sejalan dengan visi perusahaan dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan produktif.
“Gua Kelelawar Padayo tidak hanya memiliki daya tarik wisata alam yang luar biasa, tapi juga menjadi simbol komitmen kita bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, termasuk di sektor pariwisata dan generasi muda,” katanya.
Melalui program “Bersinar”, PT Semen Padang berharap Gua Kelelawar Padayo menjadi contoh konkret destinasi wisata edukatif dan inspiratif yang mendukung kesadaran kolektif akan bahaya narkoba.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HANI 2025 yang mengusung tema “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba Melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan demi mewujudkan Indonesia yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
Sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendorong terciptanya lingkungan sosial yang aman serta membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.(*)
Editor : Hendra Efison