Siswa-siswi SMP 8 menampilkan komposisi musik tradisional dan tari kreasi yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat Kota Padang.
Kepala SMPN 8 Padang, Ratnawati, mengatakan bahwa penampilan seni ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum muatan lokal (mulok) keminangkabuan di sekolah.
"Beragam seni harus dikenalkan kepada generasi muda, agar mereka memahami dan mencintai budayanya sendiri," ujar Ratnawati kepada wartawan.
Pertunjukan tersebut melibatkan delapan orang siswa sebagai pemusik dan lima orang sebagai penari.
Mereka membawakan pertunjukan musik yang berakar dari tradisi lokal masyarakat Padang, dengan mengangkat unsur elo pukek serta alunan saluang khas Pauh.
Guru Seni Budaya SMPN 8 Padang, Rama Albadis, menyebutkan bahwa seluruh siswa telah melakukan persiapan intensif untuk penampilan ini.
“Komposisi musik yang kami tampilkan malam ini berangkat dari tradisi masyarakat Kota Padang, seperti elo pukek. Untuk penggerak musiknya, kami mengangkat unsur saluang Pauh, dan juga menampilkan tari kreasi berjudul Siti Manggopoh,” jelas Rama.
Ia menambahkan bahwa siswa-siswinya juga pernah berprestasi di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), dan berhasil meraih juara dua tingkat Kota Padang.
Rama berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mengenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada publik sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap warisan budaya lokal.
“Ini sangat penting untuk membangun identitas dan kebanggaan generasi muda terhadap budayanya sendiri,” pungkasnya.(*)
Editor : Hendra Efison