Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dibalik Penipuan Loker di Padang: Mimpi yang Dijual, Uang yang Hilang

Suyudi Adri Pratama • Selasa, 17 Juni 2025 | 10:39 WIB

Ilustrasi penipuan lowongan pekerjaan.
Ilustrasi penipuan lowongan pekerjaan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Suasana tenang di Jalan Wak Ketok, kawasan Pasar Ambacang, Kota Padang, mendadak terasa sendu saat Diana Arifin, 19, menuturkan kisah pilunya.

Remaja asal Dharmasraya ini masih tampak terpukul. Ia menjadi salah satu dari ratusan orang yang tertipu dalam skema penipuan lowongan kerja (loker) yang mengatasnamakan pusat perbelanjaan Basko City Mall.

Dengan suara yang sesekali tercekat, Diana mengisahkan bagaimana dirinya, yang tengah putus asa mencari pekerjaan, justru dijerat harapan palsu oleh pihak yang menjanjikan pekerjaan bergaji UMR.

“Saya belum dapat kerja, pernah ikut tes polisi, tapi gagal. Dapat tawaran kerja jadi SPG di mall, rasanya seperti ketiban rezeki,” ujar Diana lirih kepada Padang Ekspres, Senin (16/6).

Tawaran itu datang melalui seseorang yang ia kenal di lingkungan tempat tinggal neneknya. Orang itu memperkenalkan Diana kepada seorang pria berinisial V, yang mengaku sebagai HRD dari Basko City Mall.

Diana disebut bisa langsung diterima asalkan mengikuti proses yang telah disiapkan dan membayar Rp 600 ribu sebagai biaya administrasi.

Diana patuh. Ia membuat surat lamaran dan datang ke salah satu hotel di Kota Padang, tempat yang disebut sebagai lokasi rekrutmen.

Di sana, ratusan orang berkumpul, mengikuti wawancara dan menandatangani kontrak. Bahkan, mereka diberikan tanda pengenal berlogo mall tersebut. Ia dijanjikan mulai bekerja pada Senin (16/6).

Namun, mimpi itu runtuh pada Minggu (15/6). Sejumlah peserta yang lebih dulu dijadwalkan masuk kerja datang ke mall dan mendapat penjelasan langsung: tidak ada proses rekrutmen yang sedang berlangsung.

Cerita Diana bukan satu-satunya. Harni, 56, seorang ibu di kawasan yang sama, juga tertipu. Ia rela meminjam uang sebesar Rp1,7 juta demi memastikan anaknya diterima sebagai security di mall yang sama. Dengan polos, ia mengikuti seluruh proses yang dikatakan oleh orang berinisial V.

“Saya tak tahu banyak soal pekerjaan. Tapi kalau demi masa depan anak, saya lakukan apa saja. Mereka bilang harus bayar malam itu juga. Kalau tidak, katanya kesempatan akan diberikan ke orang lain,” ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan itu, Harni mengumpulkan uang dari pinjaman. Rp1 juta dari keponakannya, sisanya dari kantong sendiri.

Ia bahkan sempat ragu saat diberitahu oleh anaknya yang lain bahwa tidak seharusnya seseorang membayar untuk bisa bekerja. Tapi kekhawatiran itu ia abaikan, karena sudah terlanjur percaya.

“Saya ditanya, ini tidak akan bermasalah ke depan? Tapi saya jawab, kamu mau bantu atau tidak?” kenangnya getir.

Belakangan, Harni baru tahu bahwa ia dan anaknya menjadi bagian dari skema penipuan loker yang menjerat banyak orang.

Grup WhatsApp yang sebelumnya digunakan pelaku untuk koordinasi berubah menjadi tempat curahan amarah dan penyesalan para korban.

Modus Terstruktur, Korban terus Bertambah

Modus penipuan ini terbilang sistematis dan rapi. Dengan mengatasnamakan nama besar Basko City Mall dan membuat berbagai dokumen palsu mulai dari surat kontrak, tanda pengenal, hingga sesi wawancara, para pelaku meyakinkan korban bahwa ini adalah proses rekrutmen yang sah.

Jumlah uang yang diminta pun bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp3 juta, tergantung posisi pekerjaan yang dijanjikan: operator gudang, SPG, hingga satuan pengamanan. Para pelaku bahkan menggelar sesi wawancara massal di hotel untuk menambah kesan profesional.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pelaku berinisial V dan A diduga berperan aktif dalam menjaring korban dari berbagai wilayah, mulai dari Kota Padang hingga daerah sekitarnya. Dalam surat kontrak palsu yang diperlihatkan korban, nama V tertulis sebagai pihak HRD.

Saat ini, para korban telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Mereka berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tak hanya itu, para korban juga berharap uang yang telah mereka serahkan bisa dikembalikan. Kebanyakan dari mereka mendapatkan uang itu dari hasil meminjam dan menjual barang berharga. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#Basko City Mall Padang #penipuan loker #padang #Mimpi