Kegiatan ini bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan agama, khususnya dalam pemahaman dan penguasaan bahasa Arab melalui metode Tamyiz.
Metode tersebut dikenal sebagai pendekatan cepat, praktis, dan aplikatif untuk memahami kaidah bahasa Arab serta menerjemahkan Alquran.
Maigus Nasir mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut metode Tamyiz sangat tepat diterapkan di kalangan santri dan anak-anak panti asuhan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kecerdasan spiritual.
"Metode Tamyiz tidak hanya mempercepat pemahaman bahasa Arab, tapi juga dapat membangun kecintaan terhadap Alquran sejak dini. Ini sangat penting dalam membentuk generasi yang religius dan berakhlak, sejalan dengan Program Unggulan Pemerintah Kota Padang yaitu 'Smart Surau'," kata Maigus Nasir.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Padang terus mendukung berbagai kegiatan pendidikan nonformal yang bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda di kota ini.
"Untuk kemajuan pendidikan di Kota Padang, kita memiliki Program Unggulan Smart Surau dan Padang Juara yang memiliki sejumlah aktivasi. Semoga melalui program ini, seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan yang merata, serta mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing," jelasnya.
Kegiatan pembelajaran metode Tamyiz ini diharapkannya dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan agama serta mendukung visi Kota Padang sebagai kota pendidikan berbasis karakter.(*)
Editor : Heri Sugiarto