PADEK.JAWAPOS.COM—Jelang dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menekankan pentingnya optimalisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan kedisiplinan pada siswa.
Ia mengingatkan agar MPLS tidak sekadar menjadi ajang pengenalan sekolah secara fisik dan administratif, tetapi juga digunakan sebagai wahana pembinaan mental dan moral peserta didik.
“MPLS ini harus bisa memberi pemahaman bahwa menjadi pelajar itu ada tanggung jawabnya. Termasuk jika mereka terlibat dalam tindakan sosial negatif seperti tawuran, itu tetap menjadi tanggung jawab sekolah,” ujar Muharlion kepada awak media, Kamis (10/7).
Menurutnya, lingkungan sekolah bukan hanya ruang kelas dan gedung, tetapi juga mencakup sistem tata tertib, norma, dan kewajiban sebagai pelajar. Oleh sebab itu, sejak hari pertama siswa masuk sekolah, penanaman nilai-nilai tanggung jawab harus dimulai.
Ia juga menyoroti pentingnya memasukkan unsur pembinaan spiritual dalam MPLS. Menurutnya, penguatan aspek spiritual dapat menjadi fondasi untuk membentuk perilaku siswa yang lebih baik, sekaligus mencegah berbagai bentuk penyimpangan sosial seperti tawuran yang marak terjadi di kalangan remaja saat ini.
“Kedisiplinan dan pembinaan spiritual adalah dua hal yang saling mendukung. Jika karakter siswa sudah terbentuk sejak awal, maka potensi mereka terlibat dalam perilaku menyimpang akan jauh berkurang,” tambahnya.
Muharlion menilai masalah kenakalan remaja seperti tawuran merupakan isu serius yang harus ditangani secara komprehensif.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pelaksanaan MPLS tahun ini melibatkan banyak pihak, termasuk aparat kepolisian, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya.
“Persoalan seperti ini tidak bisa hanya jadi tanggung jawab sekolah. Semua elemen harus terlibat. Termasuk alim ulama dan tokoh masyarakat. Bahkan aturan jam malam yang sudah ditetapkan oleh Wali Kota pun perlu disosialisasikan dalam MPLS kepada siswa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Muharlion juga menyinggung persoalan akses pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Ia berharap agar semua anak di Kota Padang bisa mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya atau hambatan administratif.
“Program seragam gratis untuk siswa dari keluarga yang terdata dalam DTKS maupun MBR itu harus benar-benar menyasar yang membutuhkan. Jangan sampai ada yang terlewat. Kalau ada anak yang belum tertampung di sekolah, itu harus segera dicarikan solusi. Jangan sampai ada demonstrasi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.
Muharlion menegaskan komitmennya mendukung seluruh kebijakan pendidikan yang berpihak kepada rakyat, serta mendorong agar tahun ajaran baru 2025/2026 benar-benar dimulai dengan sistem yang lebih tertib, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa. (yud)
Editor : Adetio Purtama