PADEK.JAWAPOS.COM–Tahun ajaran baru 2025/2026 untuk Tingkat PAUD, SD, dan SMP di Kota Padang dimulai hari ini. Hari pertama ini juga menandai dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di seluruh sekolah di Kota Padang.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, Minggu (13/7) mengimbau kepada seluruh siswa untuk datang tepat waktu di hari pertama masuk sekolah.
Ia juga meminta agar para orangtua yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah, terutama siswa baru, ikut memperhatikan waktu keberangkatan agar tidak terjadi keterlambatan.
“Anak-anak besok (hari ini) mulai berangkat pagi dengan jadwal sekolah yang telah ditentukan. Kami harap orangtua tidak terlambat mengantarkan anak ke sekolah. Karena di hari pertama sekolah pasti crowded, macet, jadi perlu memperhitungkan waktu tempuh antara rumah dan sekolah untuk menghindari keterlambatan. Ini juga bagian dari pembentukan karakter,” ujar Yopi.
Yopi menjelaskan, kegiatan MPLS tahun ini akan difokuskan pada pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, serta pengenalan terhadap nilai-nilai sekolah yang positif.
Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk menyambut siswa baru dengan hangat dan ramah.
“Kegiatan MPLS bukan ajang perploncoan atau intimidasi. Sekolah harus memberikan pengalaman awal yang menyenangkan bagi siswa baru. Kita ingin menciptakan suasana yang mendukung proses belajar mengajar sejak hari pertama,” jelasnya.
Selain itu, Yopi juga menyoroti pentingnya etika dalam dokumentasi kegiatan MPLS yang diunggah ke media sosial. Ia meminta sekolah untuk memantau ketat konten yang dipublikasikan agar tidak bertentangan dengan norma sekolah maupun nilai kesopanan.
“Tidak diizinkan memposting foto MPLS yang melanggar aturan sekolah, seperti mengangkat kaki, sedang berada di kendaraan, ataupun foto yang mengandung unsur SARA. Sekolah diharapkan mengawasi tindakan tersebut,” tegas Yopi.
Dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang tertib dan aman, Yopi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya pencegahan kenakalan remaja seperti tawuran dan balap liar.
Menyikapi dinamika tersebut, pihaknya tengah merancang aplikasi khusus yang dapat digunakan orangtua untuk melakukan pelaporan dan pengawasan terhadap keberadaan anak-anak mereka di luar jam sekolah, khususnya malam hari.
“Kami tengah merancang aplikasi yang digunakan bagi orang tua untuk membuat laporan di jam malam. Siswa diharapkan berada di rumah pada malam hari. Tapi peran orang tua tetap yang paling utama dalam pengawasan anak-anak, terutama di luar jam sekolah,” tutur Yopi.
Ia juga mengajak seluruh orangtua untuk berperan aktif dalam mendukung anak-anak mereka selama tahun ajaran berlangsung, baik dalam pencapaian akademik maupun perilaku.
“Kami berharap orangtua terlibat aktif agar anak-anak mampu meraih prestasi akademik dan tidak tinggal kelas. Dukungan moral dari keluarga sangat penting dalam membangun semangat belajar siswa,” tambahnya.
Di sisi lain, Yopi juga menyampaikan bahwa meskipun tahun ajaran baru telah dimulai, beberapa sekolah masih memiliki kuota kursi kosong dan pendaftaran masih dibuka selama sepekan ke depan.
“Kemarin, terakhir Jumat, ada sekitar 400 kursi kosong di antaranya di SMP Negeri 35, 36, 37, 38, 39, 40, dan 44. Pendaftaran akan tetap dibuka hingga pekan depan,” tutupnya. (cr1)
Editor : Adetio Purtama