PADEK.JAWAPOS.COM-Hari kedua Pelatihan Jurnalistik Wali Nagari Padek Angkatan IV tahun 2025 diawali dengan materi edukasi hukum kemarin. Ini disampaikan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumbar Efendri Eka Saputra didampingi Kasi 3 Kejati Sumbar Devitra Romiza.
Efendri menegaskan pentingnya peran wali nagari dan perangkat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai regulasi yang berlaku. Setiap penggunaan anggaran di tingkat nagari harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum.
“Kita tegaskan kepada wali nagari agar menggunakan dana nagari sesuai regulasi. Semua harus tertib administrasi, baik secara manual maupun digital. Arsip dan dokumen harus disusun dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Efendri.
Ia mengingatkan agar perangkat nagari melek digital untuk menjamin keamanan arsip pemerintahan. Selain itu, penggunaan dana desa harus dilakukan secara efisien dan tepat sasaran. Tanpa ada markup atau laporan fiktif.
“Selagi mereka menjalankan program sesuai aturan, tidak perlu takut. Yang penting jangan melakukan penyimpangan atau pertanggungjawaban fiktif,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Efendri mengangkat isu yang kerap menjadi keresahan di pemerintahan nagari. Seperti munculnya surat kaleng, laporan anonim, hingga tekanan dari oknum yang mengatasnamakan wartawan atau LSM dengan niat tidak baik.
Untuk itu, ia mendorong para wali nagari memperkuat aspek pertanggungjawaban hukum atas setiap kebijakan dan penggunaan dana.
Disesi selanjutnya, Koordinator Liputan Padang Ekspres Tandri Eka Putra dan Redaktur sekaligus Penangungjawab Halaman Nagari Eri Mardinal turut memberikan materi terkait jurnalistik dan halaman nagari.
Para wali nagari beserta perangkatnya diajarkan bagaimana tata cara membuat berita sekaligus peka terhadap situasi serta kondisi yang ada di masing-masing nagari. Hal ini turut mendukung pengembangan nagari melalui ekspose kegiatan serta program nagari melalui pemberitaan.
Tandri menjelaskan pentingnya publikasi sebagai sarana membangun kepercayaan publik, meluruskan informasi, serta menjawab isu dan hoaks yang berkembang di masyarakat. Sebab itu, publikasi nagari harus dilakukan dengan strategi dan perencanaan yang baik.
Ia pun menguraikan berbagai kesalahan umum yang masih sering ditemukan dalam publikasi nagari. Seperti tidak adanya narasi yang jelas, penyampaian informasi yang membingungkan, bahan pendukung seperti foto yang tidak relevan atau kualitasnya buruk, hingga keterlambatan dalam pengiriman informasi ke media.
“Publikasi nagari seharusnya tidak hanya menginformasikan kegiatan internal, tetapi harus bisa mengangkat potensi, budaya, pelayanan publik, serta tanggapan terhadap isu yang sedang berkembang di masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penulisan siaran pers yang baik dan benar. Termasuk struktur penulisan seperti judul, lead, tubuh berita, hingga kutipan dari narasumber.
Sementara itu Eri Mardinal mengatakan, publikasi adalah jembatan informasi yang vital. Sebab, banyak nagari yang telah menjalankan program-program penting namun tidak terdokumentasi atau diketahui masyarakat secara luas.
Publikasi itu, tekannya, sangat penting karena sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas di mana warga tahu apa yang dilakukan perangkat nagari serta mencegah kesalahpahaman dan meningkatkan kepercayaan publik.
Selain itu, publikasi meningkatkan partisipasi Masyarakat dan meningkatkan potensi nagari. Seperti peningkatan penjualan produk UMKM, objek wisata, kearifan lokal, budaya dan lainnya yang akan dipromosikan.
Ia menambahkan, banyak hal yang dapat dipublikasi nagari. Seperti kegiatan rutin serta program, musyarawah nagari serta hasilnya, profil inspiratif dari nagari, produk serta potensi lokal dan keberhasilan serta inovasi dari pemerintah nagari.
“Semua itu dapat diinformasikan melalui berbagai platform seperti website resmi nagari, buletin atau majalah dinding, media sosial dan tentunya rubrik di koran dan online Padang Ekspres. Jika potensi tidak di publikasikan ia akan tenggelam dan jika kegiatan tidak disuarakan ia akan dilupakan,” tutupnya. (yud)
Editor : Novitri Selvia