Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter, berdampak pada ruas jalan dan permukiman warga.
Beberapa wilayah padat penduduk seperti Siteba, Alai, Lubuk Lintah, Ulak Karang, dan sebagian Jalan Khatib Sulaiman mengalami genangan cukup tinggi.
Di sejumlah lokasi, air yang menggenang menghambat arus lalu lintas dan aktivitas warga, terutama di jam sibuk pagi hingga sore hari ini.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan penyedotan air dan pembersihan saluran drainase yang tersumbat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Saat ini tim kami sedang melakukan pemantauan di lapangan dan mengatasi genangan di sejumlah titik," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Jumat (8/8).
Selain genangan, hujan deras juga berdampak pada kenaikan debit air di beberapa sungai utama di Kota Padang. Meski hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, warga diminta tetap siaga apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dekat bantaran sungai yang berisiko tinggi terkena banjir bandang.
Pemerintah Kota Padang mengajak seluruh warga untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan memperparah kondisi genangan.
Situasi saat ini masih dalam pemantauan intensif oleh tim gabungan dari BPBD, PUPR, dan OPD terkait lainnya. Petugas juga disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi banjir susulan jika hujan kembali turun.(ilhamdi fatihah/mg1)
Editor : Hendra Efison