Adapun kepengurusan FKSB yang dikukuhkan terdiri dari: Ketua Umum Abdul Rahim, Sekretaris Yogi Firmanda, dan Bendahara: Yesi Elvianti.
Forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi dan sinergi kelompok siaga bencana di kelurahan, kecamatan, maupun kota dengan stakeholder terkait.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
“Kami berharap forum ini dapat rutin mengadakan pertemuan, baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kota. Masyarakat adalah garda terdepan yang pertama kali hadir saat bencana sebelum dinas teknis turun. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun mulai dari lingkungan terkecil,” ujar Fadly Amran.
Ia juga menekankan perlunya simulasi dan pelatihan teknis agar masyarakat lebih paham menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kota Padang merencanakan latihan evakuasi tsunami berskala besar. Kegiatan ini akan melibatkan 100 ribu hingga 200 ribu warga di kawasan pesisir.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan pengalaman kepada warga Kota Padang. Target kita, kesadaran dan pengetahuan masyarakat semakin meningkat, sehingga siap menghadapi kondisi darurat ketika terjadi bencana,” jelas Fadly Amran.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat sarana mitigasi bencana seperti sistem peringatan dini (early warning system) untuk tsunami, banjir, dan gempa, serta perbaikan shelter evakuasi.
Anggaran untuk kesiapsiagaan bencana sudah dialokasikan melalui BPBD tahun ini dan akan diperkuat pada tahun berikutnya.
Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyampaikan, pada kesempatan yang sama juga digelar coffee morning dengan stakeholder kebencanaan.
Agenda ini membahas isu terkini sekaligus mencari solusi bersama terkait penanggulangan bencana di Kota Padang.
“Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mendukung salah satu misi Pemerintah Kota Padang, tentang Penguatan Jaringan Ketahanan Bencana, dan Program Unggulan (Progul) Padang Sigap,” pungkas Hendri Zulviton.(*)
Editor : Heri Sugiarto