Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Alarm Peringatan di Perlintasan Sebidang tak Berbunyi: KA B26 Minangkabau Ekspres Tabrak City Car, Dua Meninggal

Adetio Purtama • Jumat, 22 Agustus 2025 | 10:45 WIB

REMUK: City car bermuatan tujuh orang remuk usai ditabrak KA B26 Minangkabau Ekspres di KM 7+800 petak jalan antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, kemarin.
REMUK: City car bermuatan tujuh orang remuk usai ditabrak KA B26 Minangkabau Ekspres di KM 7+800 petak jalan antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, kemarin.

PADEK.JAWAPOS.COM-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus penyesalan atas terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang kereta api tidak resmi.

Insiden itu terjadi pada Kamis (21/8) pukul 11.38 WIB, ketika KA B26 Minangkabau Ekspres menabrak sebuah kendaraan city car Honda Brio di KM 7+800 petak jalan antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing.

Yakni di sekitar kawasan Jati Koto Panjang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Berdasarkan laporan dari masinis, sebelum kecelakaan terjadi, klakson lokomotif (Semboyan 35) telah dibunyikan berkali-kali sebagai peringatan.

Namun, pengendara city car tersebut tidak mengindahkan tanda peringatan itu, sehingga tabrakan dengan KA B26 Minangkabau Ekspres tidak dapat dihindari.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar Reza Shahab menegaskan, kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami menghimbau kembali kepada seluruh masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar perlintasan sebidang, agar lebih meningkatkan kesadaran berlalu lintas dengan mematuhi peraturan yang ada. Jika terjadi kecelakaan, kerugian tidak hanya dialami oleh pelanggar, namun juga berdampak pada PT KAI,” ungkap Reza.

Terkait kondisi perlintasan sebidang tanpa palang pintu resmi, Reza menegaskan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pembangunan serta pengelolaan perlintasan sebidang merupakan kewenangan Pemerintah melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang.

“Namun PT KAI tetap berkoordinasi dengan BTP, kepolisian, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah mendorong peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk melalui penutupan perlintasan liar, pembangunan palang pintu resmi, maupun peningkatan sosialisasi kepada masyarakat,” tutup Reza.

Kecelakaan tersebut menyebabkan dua penumpang mobil meninggal dunia. Sementara lima lainnya mengalami luka-luka.
Menurut laporan Kanit Lantas Polsek Padang Timur Iptu Hendro Sumbogo, city car putih bernomor polisi F 1150 FAO tersebut ditumpangi oleh tujuh orang. Seluruhnya pelajar SMAN 10 Padang.

Dia menjelaskan, setelah tabrakan, mobil nahas tersebut terseret sejauh 10 meter dari perlintasan rel. Tujuh penumpang di dalam mobil segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, dua dari mereka tidak dapat diselamatkan.

Korban meninggal dunia adalah Nabila Khairunisa dan Alya Azzura. Nama terakhir dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit M Jamil Padang sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara JPS (pengemudi) dan empat temannya yang lain mengalami luka-luka. Hingga berita ini ditulis, mereka mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.

Flashing Unit Sering Error

Peristiwa ini mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. Politisi dari Partai Gerindra itu langsung mendatangi lokasi kecelakaan kemarin.

Di tengah kunjungan tersebut, ada warga yang menyampaikan, sesaat jelang kejadian alarm peringatan di perlintasan tidak berbunyi. Kejadian semacam ini disebut bukan yang pertama.

Flashing unit-nya sering error. Kadang berbunyi kadang tidak. Masyarakat pun sudah terlalu terbiasa, jadi kadang lengah.  Menanggapi kejadian ini, Vasko menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Dia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam.

“Kami langsung minta Dinas Perhubungan dan KAI untuk segera mengevaluasi seluruh perlintasan kereta api di Sumbar. Khususnya yang tidak memiliki palang atau alarm yang berfungsi baik,” tegas Vasco di lokasi kejadian.

Dia juga memerintahkan pendataan dan perbaikan menyeluruh terhadap semua sistem peringatan dini (flashing unit dan EWS) di perlintasan kereta api. Pihaknya akan melibatkan masyarakat lokal dalam pengawasan dan penjagaan perlintasan demi mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa depan.

“Kalau pemerintah kerja sendiri, tidak cukup. Masyarakat harus dilibatkan. Kita bareng-bareng jaga nyawa,” ujarnya di hadapan warga.

Pemerintah juga akan melakukan rapat koordinasi lintas instansi bersama PT KAI, Dinas Perhubungan, Balai Perkeretaapian, serta pemerintah kota/kabupaten untuk mempercepat tindakan pencegahan.

Vasko menyebutkan, survei awal sudah dilakukan dan beberapa titik perlintasan rawan sudah terdata. “Besok (hari ini, red) kita lanjutkan pembahasan teknis. Semua yang rusak akan diganti. Kita turunkan angka kecelakaan ini,” tegasnya.

Biasanya Ada Penjaga

Terpisah, suasana duka menyelimuti rumah duka keluarga besar Alya Azura, 17, Jalan Banten, Komplek PJKA Sawahan Timur, Kota Padang, usai kejadian. Tono, salah seorang tetangganya memberi keterangan kepada Padang Ekspres.

Baca Juga: Putri SMA Don Bosco Padang Kembali ke Final DBL Usai Kalahkan SMAN 3 Bukittinggi

Seusai kejadian dia sempat mendatangi tempat kejadian peristiwa. Dari informasi yang dia dapat, sebelum kecelakaan terjadi Alya sedang dalam perjalanan bersama beberapa temannya. Mereka berniat menghadiri takziah ke rumah orang tua salah satu teman sekolahnya.

Namun takdir berkata lain. Mobil yang mereka tumpangi, tiba-tiba mogok tepat di tengah rel kereta. Kereta api yang datang dari arah Simpang Haru menuju BIM tak sempat berhenti. Bagian kiri mobil ditabrak keras hingga hancur.

Menurut keterangan warga sekitar, jelas Tono, biasanya ada penjaga sukarela yang membantu mengawasi perlintasan rel tersebut. Namun entah mengapa, saat kejadian, tidak tampak penjaga yang biasa berjaga. (adt/mg1/cr1)

Editor : Novitri Selvia
#kelurahan jati #pt kai divre ii sumbar #Reza Shahab #kecelakaan kereta api