Peristiwa ini menghanguskan sepuluh petak bangunan berupa rumah dan kos-kosan, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menerima laporan kejadian pada pukul 17.07 WIB. Satu menit kemudian, tim pemadam bergerak menuju lokasi.
Dengan jarak tempuh sekitar 6,5 kilometer, armada tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pukul 17.17 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 18.16 WIB.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menyebutkan objek yang terbakar adalah rumah petak dan kos-kosan dengan luas area terdampak sekitar 850 meter persegi.
“Dampak dari kebakaran ini cukup besar. Sepuluh petak bangunan milik lima pemilik ludes terbakar,” ujar Rinaldi.
Lima pemilik bangunan yang terdampak masing-masing adalah Andy Hermanto (45), Gilang (23), Doni Eka Putra (54), Intan (36), dan Yesi Arisandi (41). Selain itu, dua unit sepeda motor turut terbakar.
Akibat kejadian ini, sebanyak 34 orang dari delapan kepala keluarga (KK) terdampak. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Seorang saksi mata, Mazwar (75), wiraswasta, menjadi pihak pertama yang melihat kejadian. Ia melihat asap dan api keluar dari salah satu rumah, lalu segera melapor ke Damkar Kota Padang.
Rinaldi menambahkan, sebanyak sembilan unit armada dengan 80 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api.
“Untuk memadamkan api, kami mengerahkan sembilan unit armada dengan sekitar 80 personel gabungan,” katanya.
Proses pemadaman juga melibatkan berbagai instansi, di antaranya Damkar Kota Padang, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kelurahan dan Kecamatan Lubukbegalung, Polri, BPBD, PLN, serta relawan kebencanaan dan masyarakat.
Meski kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar, nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.(*)
Editor : Hendra Efison