Menurutnya, SEPABLOCK merupakan produk ramah lingkungan, efisien, serta tahan gempa yang sangat relevan untuk Kota Padang.
"Kota Padang rawan gempa. Dari sisi struktur, SEPABLOCK sangat bagus, aman, dan nyaman. Selain itu, biayanya lebih hemat dan waktu pembangunan lebih singkat," ujar Maigus.
Ia juga mengimbau masyarakat, pengembang, dan pelaku usaha untuk menggunakan SEPABLOCK yang merupakan produk inovasi dalam negeri.
"Ini bukan hanya bentuk cinta produk anak bangsa, tapi juga memberi banyak keuntungan nyata bagi pengguna," tegasnya.
Dalam kunjungan itu, Maigus didampingi Kepala Unit CSR PT Semen Padang Idris, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Sani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Plt Camat Lubukkilangan Nurul Widya Siska Usman, Lurah Indarung Hamdi Yudistira, serta pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cagar Alam Padayo.
Sementara itu, Kepala Departemen Hukum & Komunikasi Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menjelaskan bahwa SEPABLOCK adalah hasil penelitian terapan dengan mekanisme saling mengunci antarbalok, mirip sistem lego. Bata interlock presisi ini dinilai lebih efisien dibanding material konvensional.
"SEPABLOCK menghemat bahan bangunan, mudah diaplikasikan, mempercepat durasi pembangunan, serta terbukti ramah gempa," jelas Win.
Ia menambahkan, SEPABLOCK juga mendukung target pemerintah dalam pembangunan 3 juta rumah per tahun.
"Untuk mendukung pemerintah memenuhi target pembangunan 3 juta rumah per tahun, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak dan tentunya inovasi teknologi. SEPABLOCK merupakan teknologi yang mengubah metode pembangunan rumah menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, dengan kualitas konstruksi yang kokoh dan tampilan modern, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengembang dan pemilik rumah," tuturnya.
Dengan keunggulan tersebut, SEPABLOCK diharapkan menjadi solusi material konstruksi masa depan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni, efisien, dan tahan gempa.(*)
Editor : Hendra Efison