Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, dalam Rapat Pengendalian Inflasi di Gedung Putih, Selasa (26/8/2025).
Menurut Yoice, capaian produksi itu berasal dari sepuluh kecamatan penghasil padi. Kecamatan Koto Tangah tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan produksi 4.915,95 ton, disusul Kecamatan Nanggalo sebesar 6.285,51 ton.
Sementara itu, Kecamatan Bungtekab (Bungus Teluk Kabung) dan Kecamatan Kuranji masing-masing menyumbang 1.544,15 ton dan 3.037,1 ton.
Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg) menghasilkan 1.423,75 ton, Kecamatan Pauh 1.448,95 ton, serta Kecamatan Lubukkilangan (Luki) 1.417,99 ton.
Kecamatan Padang Utara tercatat menyumbang 771,55 ton, Padang Selatan 36,95 ton, dan Padang Timur 14,65 ton.
“Produksi padi tahun 2025 sementara tercatat hampir 20 ribu ton dengan rata-rata provitas 4,65 ton per hektare. Angka ini menunjukkan potensi pertanian Padang tetap terjaga meskipun ada tantangan musim dan keterbatasan lahan,” jelas Yoice.
Yoice menambahkan, Pemerintah Kota Padang akan terus memperkuat program ketahanan pangan. Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga ketersediaan lahan pertanian produktif dan mendorong pemanfaatan teknologi budidaya padi agar hasil panen semakin optimal.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Padang, luas lahan pertanian pada 2023 mencapai 5.216 hektare. Namun, jumlah tersebut menurun menjadi 4.341 hektare pada 2024.
Data yang sama juga mencatat, hasil produksi pertanian pada 2023 mencapai 53.477 ton. Pada akhir 2024, hasil tersebut turun menjadi 47.003 ton, atau berkurang 6.474 ton dalam setahun.(*)
Editor : Hendra Efison