“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kondisi dapur MBG di Tanah Sirah Piai bersama BGN. Mudah-mudahan ini bisa kita kebut. Program ini memberdayakan banyak pihak, mulai dari swasta, ahli gizi, petani hingga pedagang pasar,” ujar Fadly.
Fadly Amran menjelaskan, hingga kini sudah ada 6 dapur MBG yang resmi beroperasi di Kota Padang. Selain itu, terdapat 18 dapur yang sedang dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2025 ini.
“Kota Padang membutuhkan 82 dapur MBG. Artinya, peluang masih terbuka lebar bagi para investor. Saya mengajak para investor untuk berinvestasi di Kota Padang. Pemerintah Kota juga akan segera mengidentifikasi lokasi-lokasi yang sudah disiapkan agar pelaksanaannya lebih cepat,” tegasnya.
Perwakilan BGN Pusat, I Made Dewa Agung, menegaskan perlunya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang.
Menurutnya, bukan hanya pembangunan dapur MBG yang penting, tetapi juga fasilitas penunjang lainnya.
“Dukungan itu meliputi pembangunan MCK di sekolah, hingga penyediaan rumah potong hewan bersertifikasi. Target utama kita jelas. Pertama, penerima manfaat harus tepat sasaran. Kedua, sebagaimana arahan Presiden, program ini harus mencapai 0 persen insiden keracunan. Tidak boleh ada kasus, baik akibat pengolahan maupun distribusi makanan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menambahkan program MBG sudah berjalan hampir empat bulan di daerah tersebut. Hingga saat ini, tercatat 48 dapur MBG sudah mendaftar dari target 82 dapur, atau sekitar 62 persen.
“Harapan kami, para investor, yayasan, dan pihak-pihak yang peduli bisa bergerak lebih cepat, sehingga semua target dapat tercapai. Kami optimis, apalagi sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minat membangun SPPG di Kota Padang,” ungkapnya.
Dengan peninjauan langsung ini, Pemerintah Kota Padang berharap percepatan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis dapat segera terwujud sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.(*)
Editor : Heri Sugiarto