Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari fashion, kerajinan tangan, produk daur ulang, ekonomi hijau, hingga makanan dan kopi khas daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan tema SCF 2025 adalah Merajut Kekuatan Nagari: UMKM Hijau, Inklusif, dan Kompetitif.
“Tema ini sejalan dengan framework BI Sumbar yang disebut DAUN, Dari Nagari Untuk Negeri. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. SCF 2025 menjadi wadah penting bagi UMKM untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, sekaligus membangun daya saing berkelanjutan,” kata Majid.
Ia menambahkan, festival ini membuktikan potensi ekonomi kreatif nagari di Sumbar yang terus tumbuh dan siap bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan global.
“Dengan semangat DAUN, kami ingin UMKM dari nagari bisa tumbuh lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Tak hanya BI, Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memperkuat gaung SCF 2025. Partisipasi BRI diwujudkan melalui kegiatan kreatif seperti Lomba Desain Wastra Nusantara, Lomba Arisan, hingga Lomba Rangking 1.
Selain itu, sejumlah UMKM binaan BRI turut serta dalam pameran yang berlangsung 12–14 September.
Regional CEO BRI Region 3 Padang, Riza Pahlevi, menyebut keterlibatan BRI merupakan bagian dari komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Kami terus konsisten mendampingi UMKM agar bisa naik kelas. Dengan ikut serta dalam event sebesar ini, UMKM binaan bisa belajar bersaing, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas akses pasar,” jelas Riza, Senin (15/9).
Sinergi BI dan BRI di SCF 2025 menunjukkan peran strategis lembaga keuangan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Sumatera Barat.
Festival ini bukan hanya pameran produk, tetapi juga ruang kolaborasi lintas sektor memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Dari wastra hingga produk ramah lingkungan, dari fashion hingga kopi khas nagari, SCF 2025 menjadi panggung bagi Sumatera Barat menampilkan wajah baru ekonomi kreatif yang percaya diri menuju pentas global.
“SCF 2025 adalah momentum untuk merajut kekuatan nagari melalui UMKM yang hijau, inklusif, dan kompetitif,” tutup Majid.(*)
Editor : Hendra Efison