Bantuan Sosial Tak Terduga (BSTT) diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota dan lembaga zakat terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Maigus Nasir menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut. “Mujua sapanjang hari, malang sakijok mato,” ucapnya sebagai bentuk empati kepada korban.
Kebakaran terjadi pada Rabu malam, 10 September 2025, sekitar pukul 23.27 WIB. Api diduga berasal dari salah satu rumah warga, tapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Lokasi padat dan akses jalan sempit membuat proses pemadaman cukup sulit. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran menimbulkan kerugian sekitar Rp800 juta, sementara aset total Rp1,5 miliar berhasil diselamatkan.
Empat Kepala Keluarga (KK) menjadi korban langsung, sedangkan 10 KK lainnya terdampak.
Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan dana sebesar Rp15 juta untuk setiap korban langsung, dan Rp5 juta untuk setiap korban terdampak.
Selain itu, seluruh korban juga mendapat tambahan bantuan dari BAZNAS sebesar Rp1,5 juta.
Maigus Nasir menegaskan perhatian khusus bagi anak-anak korban kebakaran. “Kami ingin memastikan masa depan anak-anak tetap terjaga, meskipun mereka sedang menghadapi cobaan berat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik di rumah tangga dan memastikan instalasi sesuai standar.
Warga diminta segera melaporkan potensi kebakaran melalui layanan darurat Padang Sigap 112 atau Mako Damkar 113.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan ini Kepala BPKAD Kota Padang, Camat Nanggalo, Kapolsek Nanggalo, serta Lurah Kampung Lapai, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah bagi warga yang terdampak.(*)
Editor : Heri Sugiarto