Pihak kepolisian menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi sejak Kamis pagi (18/9/2025).
Menurut laporan Aipda Winaldo, anggota Patwal Satlantas Polresta Padang, kondisi lalu lintas mulai berangsur terkendali.
"Kami melaporkan situasi terkini di titik kemacetan, sekitar pukul 10.15 WIB. Arus lalu lintas sudah dapat dibuka, meski dengan sistem buka tutup, karena truk pengangkut batubara sudah dapat digeser," jelasnya.
Aipda Winaldo juga mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
Kemacetan parah yang terjadi sebelumnya membentang hingga 23 kilometer dan menghambat pergerakan kendaraan roda empat sejak Kamis pagi. Insiden ini bermula dari kerusakan teknis yang dialami oleh sebuah dump truck pengangkut batubara bernomor polisi BK 8418 SL.
Truk tersebut mogok dan terpaksa berhenti di lokasi kejadian sejak Rabu. Posisinya berada di lajur kanan, bersebelahan dengan truk tangki CPO yang mengalami kecelakaan.
Pada hari Kamis sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah truk tangki Crude Palm Oil (CPO) bernomor polisi BA 8717 QX mengalami rem blong saat melintas di kelok S Panorama Dua Air Bajanjang.
Truk ini menabrak tebing di lajur kiri jalan, sehingga bersama dengan truk batubara, keduanya menutup total akses jalan. Akibatnya, hanya sepeda motor yang bisa melintas di antara kedua kendaraan raksasa tersebut.
Di lokasi terpisah, Kasatlantas Polres Solok, Iptu Rido, menyatakan pihaknya telah memberikan imbauan kepada pengendara di perbatasan Solok-Padang.
"Di perbatasan, tepatnya di Rumah Makan Mintuo, kami memberikan informasi mengenai jalan alternatif," ujarnya.
Hingga pukul 10.55 WIB, pihak kepolisian memprioritaskan kendaraan yang bergerak dari Solok menuju Padang, khususnya kendaraan kecil roda empat dan ambulans.
Namun, bus dan truk berukuran besar belum diizinkan melintas karena dimensinya yang tidak memungkinkan untuk sistem buka tutup ini. Iptu Rido menyarankan para pengendara dari Solok yang tidak ingin menunggu untuk mengambil jalur alternatif via Padangpanjang menuju Padang. (*)
Editor : Adetio Purtama