Pasar Murah yang dimulai pukul 08.00 hingga siang itu menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan produk makanan UMKM Kota Padang. Warga yang datang berbelanja juga diberikan voucher sebagai potongan harga. Satu kupon nilainya Rp 10 ribu.
Setiap pengunjung mendapat dua kupon untuk ditukarkan dengan barang pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan cabai. Lokasi pasar murah yang berdekatan dengan salah satu SD membuat kegiatan ini tidak hanya diramaikan warga setempat dan masyarakat luar, tetapi juga menarik perhatian anak-anak sekolah.
Sherly, salah seorang pengunjung mengaku kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian. “Di pasar murah ini warga bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih murah. Selain itu, saya juga bisa belanja makanan ringan seperti mpek-mpek, kerupuk, dan jajanan lain di stan yang ada,” ujarnya.
Ia berharap pasar murah rutin diadakan pemerintah untuk meringankan beban warga membeli kebutuhan pokok. Apalagi sekarang ini, kalangan menengah ke bawah terpaksa mengencangkan ikat pinggang dan berhemat belanja karena ketiadaan uang.
Sejumlah pelaku usaha atau UMKM Kota Padang dan instansi turut berpartisipasi dalam pasar murah ini. Nova, perwakilan dari Perusahaan Perdagangan Indonesia, menawarkan berbagai kebutuhan pokok.
Di antaranya minyak goreng Sari Murni 2 liter seharga Rp37.000, minyak Kita 1 liter Rp15.000, beras SPHP 5 kilogram Rp62.000, beras Anak Daro 10 kilogram Rp160.000, serta gula pasir Rp17.000 per kilogram. Selain itu, tersedia juga teh Kerinci varian hijau seharga Rp 13.000 per bungkus dan teh hitam Rp 8.000 per bungkus.
Tidak hanya kebutuhan pokok, produk segar dan makanan ringan juga dijajakan di pasar murah tersebut. Dea, seorang penjaga stan, menjual jeruk Rp15.000 per kilogram dan snack angka delapan seharga Rp15.000 per bungkus.
Diskon menarik juga diberikan pedagang minyak goreng lainnya. Nola, penjual minyak Sari Murni menawarkan harga Rp17.500 per liter, Rp 35.000 untuk 2 liter dan Rp 210.000 per dus. Ia menjelaskan, pembelian bisa menggunakan kupon maupun secara langsung. "Kalau pakai kupon, harga jadi lebih murah, dapat potongan harga Rp 10 ribu,” katanya.
Danti, pembeli minyak goreng juga merasa terbantu dengan adanya kupon. "Kalau beli pakai kupon lebih hemat dan bisa irit pengeluaran,” ujarnya.
Selain penjualan bahan pokok, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung. Kehadiran pasar murah di Kelurahan Padangpasir ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong daya beli di tengah harga pasar yang fluktuatif.
Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edwar mengakatakan, pasar murah yang digelar di sejumlah titik di Kota Padang disambut antusias masyarakat. Setiap lokasi pelaksanaan selalu dipadati warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Tingginya minat masyarakat membuktikan bahwa pasar murah benar-benar dibutuhkan. Selain menawarkan harga murah, kita juga membagikan voucher belanja kepada masyarakat yang membutuhkan. Kemarin kita menyiapkan 300 voucher yang bisa ditukar dengan bahan pokok di lokasi pasar murah,” jelas Edrian.
Edrian menekankan, pasar murah tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat.
Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menstabilkan harga sekaligus memastikan warga tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
”Harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras dan cabai, memang mengalami kenaikan. Melalui pasar murah, kita berharap kestabilan harga lebih terjaga,” tambahnya.
Melihat tingginya animo masyarakat, Pemko Padang berencana menggelar pasar murah di tiga kecamatan, yaitu Lubukkilangan (Luki), Lubukbegalung (Lubeg), dan Pauh.
”Kita akan terus hadir di tengah masyarakat dengan langkah konkret. Pasar murah ini sangat membantu warga sekaligus menekan inflasi,” pungkasnya.
GPM masih berlangsung sampai Sabtu (20/9) di Pasaman Barat. Selain itu juga ada di Kantor dan Gudang Bulog di Padang setiap hari hingga Sabtu (20/9).
Kegiatan ini kolaborasi Bank Indoensia Sumbar bersama Pemda Sumbar bersama stakeholders terkait. GPM digelar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan strategis bagi masyarakat.
Melalui GPM, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tidak hanya berupaya menekan laju inflasi daerah tapi juga meningkatkan akses dan ketersediaan pangan serta memperkuat kehadiran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warganya. (mg11/eri)
Editor : Adetio Purtama