Peristiwa ini mengakibatkan 14 rumah hunian hangus terbakar dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan kebakaran rumah itu masuk pada pukul 10.51 WIB.
“Setelah laporan diterima, tim langsung bergerak cepat. Unit pertama diberangkatkan pada pukul 10.52 WIB dan tiba di lokasi kejadian, Jalan Pemancungan, RT 003/RW 005, pada pukul 10.57 WIB,” kata Rinaldi.
Total area yang terdampak amukan api mencapai sekitar 900 meter persegi. Area yang berpotensi terdampak lebih luas, mencapai 1.500 meter persegi, mengingat lokasi merupakan permukiman yang padat rumah.
"Sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dengan dukungan sekitar 120 personel gabungan," papar Rinaldi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kebakaran ini diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Saksi bernama Gusmawati, (44) seorang karyawan loundry, melihat adanya bunga api dari pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke salah satu rumah.
“Saksi melihat api menjalar setelah ada pembakaran sampah. Ia kemudian segera menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang,” jelas Rinaldi.
Meskipun respons penanganan cepat, petugas dihadapkan pada situasi yang cukup sulit di lapangan. Rinaldi menyebut, akses jalan menuju lokasi kejadian tergolong sempit, sementara kondisi permukiman sangat padat rumah dan dipenuhi banyak penduduk. Jarak tempuh dari posko dinas ke lokasi kebakaran diperkirakan mencapai 12 kilometer.
Akibat insiden ini, sebanyak 14 rumah dinyatakan rusak berat dan hangus dilalap si jago merah. Kebakaran ini berdampak langsung pada 14 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 70 orang jiwa yang kini harus mengungsi.
Beruntung, dalam musibah ini dilaporkan nihil korban luka maupun korban jiwa. Kerusakan infrastruktur yang terjadi seluruhnya berupa 14 rumah yang rusak berat.
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan berbagai unsur, termasuk Damkar Kota Padang, TNI, Polri, Pol PP, PMI, dan PLN. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (cc1)
Editor : Adetio Purtama