Sejak 2018, ia berjualan dari satu tempat ke tempat lain, awalnya menggunakan becak yang menjadi alat utamanya untuk mencari nafkah.
“Saya dulu menggunakan becak untuk berjualan sebelum menggunakan mobil ini,” tuturnya, Sabtu (26/10/2025).
Perjalanan Janawir tak selalu mudah. Cuaca sering menjadi tantangan terbesar dalam kesehariannya.
“Apalagi saat hujan, sangat sedikit pembeli yang ingin membeli dagangan saya,” ujarnya. Namun, kesulitan itu tak membuatnya menyerah.
Setelah bertahun-tahun berjualan, ia mulai memutar otak untuk meningkatkan usahanya.
Kesempatan datang ketika seorang teman menawarkan mobil rongsokan seharga Rp10 juta.
“Saya mulai berpikir untuk membeli mobil ketika teman saya menawari mobil rongsokan itu,” kisahnya.
Dengan uang hasil tabungan, Janawir membeli mobil tersebut dan merenovasinya hingga kembali layak digunakan.
Kini, berkat mobil itu, ia bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dan bersaing dengan pedagang lain.
Bagi Janawir, perubahan dari becak ke mobil bukan sekadar soal alat, tetapi simbol perjuangan dan keteguhan hati.
Di usia senjanya, ia masih membuktikan bahwa semangat untuk bertahan dan berkembang tak pernah mengenal kata terlambat.(cr2)
Editor : Hendra Efison