Kegiatan dilakukan secara daring, mulai pukul 09.30 WIB, dan melibatkan Wali Kota Padang, seluruh camat, lurah, ketua RW, ketua RT, serta tokoh masyarakat di masing-masing wilayah.
Di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, kegiatan simulasi dipusatkan di Masjid Nurul Ihsan. Lurah setempat, ketua RW, ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga antusias mengikuti jalannya simulasi.
Simulasi bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami. Peserta diajarkan jalur evakuasi, mengenali tanda-tanda bahaya, dan mempraktikkan langkah penyelamatan diri menuju titik aman.
Dalam sesi diskusi, tokoh masyarakat Syahril P. Datuak Mulia menanyakan kemungkinan memprediksi waktu gempa dan tsunami. Ketua RW 02, Nasrizal Muhammad, menjelaskan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang mampu menentukan waktu pasti terjadinya bencana. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemahaman prosedur evakuasi menjadi hal terpenting.
Lurah Dadok Tunggul Hitam Buderi Himra mengapresiasi partisipasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kesadaran dan kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, peninjauan jalur evakuasi, serta komitmen untuk melaksanakan kegiatan serupa secara berkala di masa depan.(*)
Editor : Hendra Efison