Pantauan Padang Ekspres di lapangan menunjukkan, genangan air laut mulai memasuki kawasan Kelurahan Ulakkarang Utara, Kecamatan Padang Utara, sekitar pukul 19.00 WIB.
Di Komplek Wisma Indah I, tinggi air dilaporkan mencapai 20 hingga 50 sentimeter dan merendam jalan utama hingga ke permukiman warga.
Salah seorang warga, Selvi (52), menyebutkan banjir rob telah terjadi dua hari berturut-turut.
“Air mulai naik sekitar pukul tujuh malam dan belum surut sampai lewat jam delapan,” ujarnya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan fenomena banjir rob dipicu oleh kombinasi gelombang tinggi, angin kencang, dan pasang laut yang terjadi sejak 5 November.
“Hempasan gelombang laut akibat angin kencang menjadi pemicu utama masuknya air ke daratan pesisir. Kondisi ini diperparah oleh pasang laut yang masih berlangsung,” kata Sahat, Jumat malam.
Menurutnya, meskipun intensitas pasang laut diperkirakan menurun setelah 7 November, potensi banjir rob masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir.
BMKG juga mengingatkan masyarakat di sejumlah daerah seperti Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Painan, dan Kota Padang agar waspada terhadap gelombang tinggi dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG berharap, peringatan dini ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Sumatera Barat terhadap potensi dampak gelombang tinggi dan banjir rob dalam beberapa hari mendatang.(CC1)
Editor : Hendra Efison