Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Koperasi Merah Putih: Strategi Baru Pariaman Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan di Era Digital

Randi Zulfahli • Selasa, 11 November 2025 | 11:45 WIB

Pemko Pariaman dorong transformasi ekonomi desa lewat pelatihan Koperasi Merah Putih 2025, wujudkan koperasi modern berbasis gotong royong dan digitalisasi usaha.
Pemko Pariaman dorong transformasi ekonomi desa lewat pelatihan Koperasi Merah Putih 2025, wujudkan koperasi modern berbasis gotong royong dan digitalisasi usaha.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi dan derasnya arus digitalisasi usaha, Pemerintah Kota Pariaman mulai menata ulang arah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui jalur koperasi.

Langkah ini diwujudkan lewat Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025, yang digelar Senin (10/11/2025) oleh Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat.

Sebanyak 142 peserta dari seluruh desa dan kelurahan mengikuti kegiatan ini, yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di Aula Pertemuan RM Joyo Makmur.

Program ini menjadi bagian dari implementasi komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi di tingkat akar rumput.

Membangun Kemandirian Ekonomi dari Desa

Wali Kota Yota Balad dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih berangkat dari kebutuhan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa secara kolektif.

“Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu,” ujar Yota Balad.

Koperasi Merah Putih dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi lokal yang tidak hanya menekankan perputaran modal, tetapi juga membangun solidaritas sosial dan kepercayaan antarwarga.

Konsep ini selaras dengan semangat Trisakti Bung Karno—berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan berdaulat dalam politik—yang kini diterjemahkan dalam konteks ekonomi modern berbasis komunitas.

Tren Nasional: Koperasi sebagai Pilar Transformasi Ekonomi

Kementerian Koperasi dan UKM RI mencatat, hingga pertengahan 2025 terdapat lebih dari 127.000 koperasi aktif di seluruh Indonesia, dengan 25 persen di antaranya mulai bertransformasi ke arah digital.

Di Sumatera Barat sendiri, terdapat sekitar 4.800 koperasi, namun hanya 65 persen yang masih beroperasi aktif.

Kehadiran Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat.

Fokusnya bukan hanya pada penguatan modal, melainkan juga peningkatan kapasitas manajerial, digitalisasi usaha, dan transparansi pengelolaan keuangan.

Menurut pengamat ekonomi kerakyatan, Dr. Fitria Rahmadani dari Universitas Andalas, langkah ini sejalan dengan tren global di mana ekonomi berbasis komunitas kembali dilirik sebagai solusi berkelanjutan pasca-pandemi.

“Di tengah ketimpangan ekonomi dan dominasi korporasi besar, koperasi menawarkan model bisnis yang adil, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Tantangannya adalah bagaimana membuat koperasi tetap relevan di era digital,” jelas Fitria.

Digitalisasi: Jalan Panjang Menuju Koperasi Modern

Salah satu tantangan besar koperasi di daerah adalah rendahnya literasi digital. Berdasarkan survei SMERU Research Institute (2024), lebih dari 70 persen pengurus koperasi di daerah belum menguasai aplikasi digital keuangan dan pemasaran online.

Melalui pelatihan ini, Pemko Pariaman ingin mempercepat transisi menuju koperasi modern. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan berbasis aplikasi, pemasaran digital produk lokal, hingga strategi diversifikasi usaha agar koperasi tidak hanya bergantung pada sektor konsumsi.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman menyebutkan, program ini juga diarahkan untuk mencetak koperasi model percontohan di setiap kecamatan pada 2026.

Harapan Baru bagi Ekonomi Daerah

Langkah Pemerintah Kota Pariaman memperkuat kapasitas koperasi diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi nyata—mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat desa hingga terciptanya lapangan kerja baru.

Selain itu, pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, dinas provinsi, dan lembaga pendidikan menjadi kunci agar koperasi tidak sekadar menjadi simbol ekonomi rakyat, tetapi benar-benar berfungsi sebagai motor pertumbuhan daerah.

Dalam jangka panjang, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi model ekonomi partisipatif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Pariaman sebagai salah satu kota dengan ekosistem usaha mikro yang adaptif terhadap perubahan zaman.(*)

Editor : Hendra Efison
#Kota Pariaman #Koperasi Merah Putih #ekonomi kerakyatan #digitalisasi koperasi