Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Sarjana Jadi Tukang Becak Motor: Azwendi, Pahlawan Keluarga dari Pasar Belimbing

Mengki Kurniawan • Selasa, 11 November 2025 | 21:16 WIB

Azwendi (jaket biru), tukang becak motor di Pasar Belimbing, Padang, yang dengan penghasilan pas-pasan berhasil menyekolahkan empat anaknya hingga sarjana.
Azwendi (jaket biru), tukang becak motor di Pasar Belimbing, Padang, yang dengan penghasilan pas-pasan berhasil menyekolahkan empat anaknya hingga sarjana.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah hiruk pikuk Pasar Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sosok Azwendi (53) menjadi pemandangan yang akrab.

Setiap hari ia mengendarai becak motornya, mengantar penumpang dari satu sudut ke sudut lain pasar.

Namun, di balik setang yang ia genggam, tersimpan kisah perjuangan seorang ayah yang tak pernah menyerah memperjuangkan masa depan anak-anaknya.

Azwendi bukan sekadar penarik becak. Ia adalah lulusan UIN Imam Bonjol Padang jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), seorang sarjana yang memilih jalan hidup berbeda demi keluarganya.

Setelah sulit mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya, ia memutuskan menarik becak motor sejak 2002, pekerjaan yang kini menjadi sumber nafkah utama.

“Kalau dipikir-pikir, memang jauh dari jurusan kuliah saya. Tapi kebutuhan tidak bisa menunggu. Daripada saya tidak kerja, lebih baik saya tekuni ini,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Sehari-hari, penghasilannya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Pada akhir pekan, pendapatan sedikit meningkat karena banyaknya pengunjung pasar.

Jika ada kesempatan lain, seperti pekerjaan serabutan atau kuli bangunan, ia tak ragu mengambilnya.

Meski penghasilan pas-pasan, Azwendi tak pernah mengeluh. Ia tetap berpegang pada satu prinsip hidup: pendidikan anak adalah investasi terbaik.

Berkat kegigihannya, empat dari lima anaknya telah menamatkan pendidikan tinggi dan bekerja di berbagai kota besar.

Anak pertama, lulusan Politeknik ATI Padang, kini bekerja di Jakarta. Dua anak laki-laki lulusan Sekolah Menengah Analis Kimia Padang telah berkarier di Cikarang.

Anak ketiga, lulusan D3 Teknik Industri Politeknik Negeri Padang, juga sudah bekerja. Sementara si bungsu masih duduk di bangku kelas VIII MTsN 5 Kuranji.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Padang Tembus 2.026, Dinkes Catat 192 Kasus Baru Sepanjang 2025

“Bagi saya, pendidikan itu nomor satu. Biarlah saya banting tulang di jalanan, asalkan mereka punya bekal ilmu yang cukup,” tuturnya dengan mata berbinar.

Lahir di Bayang, Pesisir Selatan, dan menetap di Padang sejak 1991, Azwendi adalah contoh nyata bahwa gelar pahlawan tidak hanya milik mereka yang berjuang di medan perang.

Ia adalah pahlawan dalam kehidupan sehari-hari — yang berjuang tanpa pamrih, mengorbankan waktu dan tenaga agar anak-anaknya bisa hidup lebih baik.

Kisahnya di Pasar Belimbing bukan hanya potret keteguhan hati, tetapi juga pengingat bahwa kerja keras, keikhlasan, dan cinta keluarga mampu mengalahkan keterbatasan apa pun.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#pendidikan anak #Azwendi pahlawan keluarga #Pasar Belimbing #tukang becak motor #kisah inspiratif