Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penertiban PKL Pasar Raya Padang Bawa Dampak Positif bagi Pengunjung dan Pedagang

Mengki Kurniawan • Jumat, 14 November 2025 | 10:00 WIB

 

Kondisi Pasar Raya Padang yang lebih terlihat rapi pascapenertiban PKL, kemarin.
Kondisi Pasar Raya Padang yang lebih terlihat rapi pascapenertiban PKL, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Raya Padang yang dilakukan Pemerintah Kota Padang menuai tanggapan positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Langkah tegas ini dinilai efektif mengembalikan fungsi utama jalan dan trotoar yang selama ini digunakan sebagai lapak berdagang, sehingga menciptakan suasana pasar yang lebih tertib dan nyaman.

Kini, kondisi kawasan Pasar Raya tampak jauh lebih teratur. Area yang dahulu dipenuhi tenda-tenda dan meja dagangan kini kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Pejalan kaki dapat melintas dengan leluasa, sementara kendaraan bermotor bisa melaju tanpa hambatan berarti.

Pada Kamis (13/11), sejumlah pengunjung dan pedagang tetap di Pasar Raya Padang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkot tersebut.

Mereka menilai, kebijakan penertiban ini membawa perubahan positif yang nyata terhadap suasana dan aktivitas ekonomi di pasar terbesar di Kota Padang itu.

Rahmi Hayati, 52, pengunjung setia Pasar Raya Padang, mengaku sangat merasakan manfaat dari kondisi pasar yang kini lebih tertib. Ia mengatakan, berbelanja kini terasa lebih nyaman dan aman.

“Penertiban ini membuat pasar jadi lebih tertata. Kita juga tidak lagi desak-desakan, jalan tidak macet, dan kita lebih mudah parkir,” ujar Rahmi.

Dukungan serupa datang dari Suheri, 49, warga Tunggulhitam yang rutin berbelanja di Pasar Raya. Ia menilai penataan ulang kawasan ini membuat aktivitas jual beli terasa lebih nyaman.

“Sekarang lebih lapang dan enak dilihat. Dulu kalau lewat sini susah, banyak lapak di jalan, tapi sekarang sudah tertib,” ujarnya.

Bagi para pedagang tetap, penertiban ini juga memberikan dampak positif terhadap citra Pasar Raya. Rizal, 51, perajin emas yang memiliki toko di kawasan Padang Teater, mengatakan bahwa pasar yang tertib mencerminkan wajah kota yang baik dan dapat menarik minat lebih banyak pengunjung.

“Kalau pasar rapi, pengunjung nyaman. Lama-lama pasti makin ramai, otomatis transaksi juga naik. Ini bagus untuk jangka panjang,” tutur Rizal.

Namun, tidak semua pihak merasakan dampak ekonomi yang sama setelah penertiban berlangsung. Erison, 56, seorang tukang jahit yang membuka usaha di lantai dua Pasar Raya, menyambut baik ketertiban yang tercipta, tetapi mengakui bahwa belum ada pengaruh langsung terhadap peningkatan daya beli pelanggan.

“Saya mendukung penertiban ini karena pasar jadi lebih tertib dan tertata, tapi tidak ada imbasnya terhadap daya beli. Penjualan kami tetap sama, baik sebelum maupun sesudah penertiban,” jelas Erison.

Ia yang merupakan perantau asal Bukittinggi dan telah menetap di Padang sejak tahun 1989, turut menuturkan sejarah munculnya PKL di kawasan Pasar Raya. Menurutnya, keberadaan PKL sudah mulai terlihat sekitar tahun 2005 dengan waktu operasional terbatas.

“Dulu mereka buka mulai jam 5 sore. Tapi setelah gempa 2009, PKL mulai buka dari pagi. Sejak itu, pasar makin ramai tapi tidak tertata,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi sebagian orang yang menggantungkan hidup dari aktivitas PKL, kebijakan ini menimbulkan dilema tersendiri. Arianto, 34, seorang tukang parkir yang sebelumnya juga berjualan di kawasan Pasar Raya, mengaku kehilangan mata pencaharian utamanya akibat penertiban.

“Dulu saya jualan juga di sini, tapi sekarang tidak bisa lagi. Ya mau bagaimana, aturan sudah ditegakkan. Sekarang saya kerja parkir saja,” ujarnya. Meski demikian, Arianto mengaku tetap mendukung langkah Pemkot untuk menciptakan ketertiban umum. (cr3)

Editor : Adetio Purtama
#pasar raya padang #pedagang #penertiban PKL #dampak positif