Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dinkes: Kasus HIV di Padang Turun, Skrining Gencar Berjalan Efektif

Randi Zulfahli • Jumat, 21 November 2025 | 15:15 WIB

Proses skrining HIV di Puskesmas Kota Padang dilakukan intensif sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. (Foto ilustrasi: Freepik)
Proses skrining HIV di Puskesmas Kota Padang dilakukan intensif sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini. (Foto ilustrasi: Freepik)
PADEK.JAWAPOS.COM-Dinas Kesehatan Kota Padang melaporkan penurunan signifikan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang 2025.

Data resmi mencatat, hingga periode Januari–September 2025, ditemukan 192 kasus baru, turun dibandingkan temuan 234 kasus sepanjang 2024.

Penurunan ini terjadi berkat gencarnya pelaksanaan skrining kelompok berisiko serta penguatan edukasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati menjelaskan bahwa dalam rentang 13 tahun terakhir (2012–2025), total kumulatif kasus HIV yang tercatat di Kota Padang mencapai 1.834 kasus.

“Jika dibandingkan, tidak terdapat peningkatan penemuan kasus baru HIV di Kota Padang,” ujar dr. Srikurnia Yati dalam keterangan kepada Diskominfo, Jumat (21/11/2025).

Mayoritas dari Luar Kota Padang

Dari 192 kasus HIV yang ditemukan sepanjang 2025, sebanyak 87 kasus (45%) merupakan warga Kota Padang. Sementara 105 kasus lainnya (55%) berasal dari luar Padang, baik dari kabupaten/kota lain di Sumatera Barat maupun provinsi lain.

Kasus tersebut ditemukan melalui layanan skrining dan pemeriksaan di 16 fasilitas layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) HIV, antara lain: RSUP M Djamil, RS Yos Sudarso, RST Reksodiwiryo, RSUD dr. Rasidin, RS Hermina, RS Unand, RS Naili DBS, dan RSI Siti Rahmah.

Selain itu, temuan juga berasal dari tujuh puskesmas, yaitu: Seberang Padang, Andalas, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Buaya, Ulak Karang, Pauh, Lubuk Begalung, serta satu kasus dari Klinik Cemara PKBI.

Skrining, Edukasi dan Penguatan Layanan jadi Kunci

Menurut Dinkes, penurunan kasus baru HIV di Padang dipengaruhi oleh berbagai upaya sistematis Dinas Kesehatan, mulai dari skrining kelompok berisiko hingga sosialisasi di sekolah, kampus, dan masyarakat.

Kelompok sasaran skrining meliputi: kelompok LGBT, pekerja seks, pasangan ODHIV, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta masyarakat berisiko lain.

“Kami juga melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui workshop dan pelatihan HIV maupun Infeksi Menular Seksual (IMS), serta memperkuat jejaring layanan kesehatan,” jelas Srikurnia Yati.

Ia menambahkan bahwa beberapa kabupaten/kota lain di Sumbar kini telah lebih aktif menyediakan layanan testing dan pengobatan HIV, sehingga turut mengurangi temuan baru di Padang.

Testing Gratis dan Hilangkan Stigma

Meski tren kasus menurun, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga perilaku aman, menghindari aktivitas berisiko, dan setia pada pasangan.

“Tetap lakukan testing HIV secara gratis di puskesmas dan rumah sakit. Bagi yang terinfeksi, patuhi pengobatan dan jangan menularkan kepada orang lain,” tegasnya.

Srikurnia Yati juga meminta keluarga mendukung anggota keluarganya yang hidup dengan HIV. “Jangan ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” imbaunya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#dinkes padang #pemko padang #layanan kesehatan #Srikurnia Yati #Skrining HIV #Kasus HIV Padang 2025