Di Kota Padang, praktik eksploitasi anak masih ditemukan di sejumlah titik keramaian.
Di kawasan pusat perbelanjaan dan persimpangan lampu merah, anak-anak terlihat terlibat dalam aktivitas mengemis.
Mereka dijumpai di depan restoran, toko, serta mendekati pengendara saat lampu lalu lintas berhenti.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut.
Ia menilai eksploitasi anak sebagai alat mencari uang bukan hanya terjadi di Padang, tetapi menjadi persoalan di banyak kota di Indonesia.
“Anak dieksploitasi sebagai mesin pencari uang menjadi permasalahan di tiap-tiap kota di Indonesia. Oleh karena itu, harus ada tindakan preventif dari Pemko Padang sebelum hal ini berkembang secara liar,” kata Muharlion, Jumat (21/11/2025).
Ia menegaskan anak-anak seharusnya tidak berada di jalanan dalam kondisi apa pun. Menurutnya, hak anak atas pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan harus menjadi prioritas utama.
“Apapun alasannya, anak-anak tidak harus berada di jalanan. Mereka harus mendapat pendidikan yang layak, pengasuhan, dan perlindungan yang menyeluruh,” ujarnya.
Muharlion meminta Pemerintah Kota Padang mengambil langkah konkret dalam menertibkan keberadaan anak-anak di jalan.
Ia juga mendorong pemberian solusi ekonomi bagi orang tua.
“Jika orang tua mereka tidak punya kerja, Pemko harus mencarikan mereka pekerjaan. Ada Baznas untuk dicarikan solusi,” jelasnya.
Baca Juga: Dinkes: Kasus HIV di Padang Turun, Skrining Gencar Berjalan Efektif
Selain itu, ia menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap potensi tindak kejahatan, termasuk penculikan anak. Anak-anak yang berada di jalan tanpa pengawasan dinilai berada dalam posisi rentan.
“Kita tidak tahu apakah mereka yang berada di jalanan tersebut merupakan anak kandung dari orang tuanya yang mengemis. Pemko Padang harus melakukan tracking untuk hal ini,” tutup Muharlion.(yud)
Editor : Hendra Efison