Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Musim Hujan Ganggu Produksi Ikan Asin di Pantai Pasir Jambak Padang, Kualitas Turun dan Harga Berpotensi Naik

Fadli Zikri • Minggu, 23 November 2025 | 12:23 WIB

Musim hujan ganggu produksi ikan asin di Pantai Pasir Jambak Padang. Pengeringan terhambat, kualitas turun, dan harga berpotensi naik. (Foto: Fadli Zikri/Padeks)
Musim hujan ganggu produksi ikan asin di Pantai Pasir Jambak Padang. Pengeringan terhambat, kualitas turun, dan harga berpotensi naik. (Foto: Fadli Zikri/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Hujan yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada produksi ikan asin di kawasan Pantai Pasir Jambak.

Cuaca yang tidak menentu menghambat proses pengeringan, sehingga kualitas ikan asin menurun dan jumlah produksi terbatas.

Salah seorang pengrajin ikan asin, Akmal (35), mengatakan, proses penjemuran menjadi lebih sulit karena hujan sering turun secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut memaksa pengrajin bolak-balik memindahkan jemuran agar ikan tidak basah.

“Saat panas ikan dikeluarkan, tapi kalau hujan datang harus cepat dimasukkan. Kerja jadi lebih banyak. Ikan asin harus benar-benar kering,” ujar Akmal, Sabtu (22/11/2025).

Menurut Akmal, proses pengeringan yang tidak maksimal menyebabkan tekstur ikan menjadi lebih lembap dan aroma lebih cepat berubah.

Hal ini membuat kualitas ikan asin menurun dan mudah dikenali perbedaannya dibandingkan hasil pengeringan saat cuaca cerah.

“Kalau musim hujan, keringnya tidak merata. Bisa dilihat dari aromanya, beda antara kering matahari penuh dan hasil musim hujan,” katanya.

Selain memengaruhi kualitas, musim hujan juga berdampak pada harga. Stok ikan asin di pasaran cenderung menipis karena pengrajin mengurangi volume produksi.

Harga ikan asin yang biasanya dijual sekitar Rp80.000 per kilogram dapat turun menjadi Rp60.000–Rp70.000 per kilogram jika kualitas tidak maksimal.

Akmal menjelaskan, pengrajin saat ini lebih berhati-hati menerima pasokan ikan basah dari nelayan.

Proses pengeringan yang biasanya memakan waktu satu hari kini bisa mencapai tiga hari, sehingga risiko kerusakan meningkat.

Baca Juga: Sumbar Raih Perak di Hari Pertama Kejurnas Barongsai 2025 Bali, Lolos Babak Lanjut Tiga Kategori

“Kami tidak berani produksi banyak karena cuaca tidak menentu. Kalau dipaksakan, kualitasnya buruk,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya pernah ada bantuan alat pengering dari mahasiswa Universitas Bung Hatta, namun kapasitas alat tersebut terbatas.

Dari kebutuhan sekitar 100 kilogram ikan, alat hanya mampu menampung sekitar 10 kilogram per proses.

Akmal berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan fasilitas pengering berkapasitas besar agar produksi ikan asin tetap berjalan meski di tengah musim hujan. (CR6)

Editor : Hendra Efison
#harga ikan asin #ikan asin Padang #pantai pasir jambak #musim hujan Sumbar