Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Omzet Pedagang Gorengan di Padang Turun 25 Persen Imbas Musim Hujan

Fadli Zikri • Minggu, 23 November 2025 | 17:25 WIB

Musim hujan di Padang berdampak pada pedagang gorengan. Penjualan menurun karena pembeli sepi dan aktivitas pasar berkurang. (Foto: Fadli Z/Padeks)
Musim hujan di Padang berdampak pada pedagang gorengan. Penjualan menurun karena pembeli sepi dan aktivitas pasar berkurang. (Foto: Fadli Z/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Musim hujan yang mulai rutin mengguyur Kota Padang berdampak pada aktivitas pedagang gorengan.

Sejumlah pedagang mengaku penjualan menurun karena berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke pasar saat cuaca buruk.

Budin (55), pedagang gorengan di kawasan Pasar Raya Padang, mengatakan dagangannya lebih lama habis saat hujan turun.

Kondisi ini terutama terjadi ketika hujan berlangsung sejak pagi hingga siang hari.

“Kadang-kadang musim hujan begini agak lama habisnya, tapi ya harus tetap bersyukur,” kata Budin, Minggu (23/11/2025).

Menurut Budin, pembeli biasanya ramai ketika masyarakat beraktivitas ke pasar. Namun, saat hujan turun, warga lebih memilih bertahan di rumah sehingga aktivitas jual beli ikut menurun.

“Kalau hujan terus seperti saat ini, orang-orang malas ke pasar,” ujarnya.

Dampak langsung dirasakan pada omzet harian. Budin mengungkapkan, pada kondisi cuaca normal ia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp400 ribu per hari.

Namun saat musim hujan, omzet turun menjadi sekitar Rp300 ribu per hari.

“Cuaca sekarang tidak jelas, jadi kalau omzetnya kadang agak sedikit turun kalau hujan seperti ini,” jelasnya.

Selain penurunan pembeli, musim hujan juga mempengaruhi proses produksi gorengan.

Budin menyebut suhu lingkungan dan angin kencang membuat minyak goreng lebih cepat dingin sehingga proses menggoreng membutuhkan waktu lebih lama.

“Saat musim hujan api kompor harus stabil. Kalau anginnya kencang campur hujan, gorengan bisa lembek,” tuturnya.

Ia menyatakan tetap berupaya menjaga kualitas dagangan meski kondisi cuaca kurang mendukung.

Menurutnya, menjaga kerenyahan dan kematangan gorengan menjadi tantangan tersendiri saat hujan dan angin kencang.

Di tengah kondisi tersebut, para pedagang tetap bertahan dan berharap cuaca segera membaik agar aktivitas pasar kembali normal.

“Musim hujan kan berkah, ya mungkin rezekinya naik turun, saya berharap cuaca kembali normal,” tutup Budin.(CR6)

Editor : Hendra Efison
#pasar raya padang #dampak musim hujan #pedagang gorengan Padang