Sebelum menuju lokasi terdampak, Fadly Amran meninjau pos pengungsian di SMPN 44 Padang. Ia melihat langsung kondisi dapur umum, mengecek distribusi bantuan yang disalurkan ke warga, serta berdialog dengan para pengungsi untuk memastikan kebutuhan mendesak telah terpenuhi.
Pemerintah Kota, menurutnya, terus berupaya memperkuat koordinasi agar proses pemulihan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder atas bantuan bagi para korban bencana di Kota Padang. Tadi saya melihat langsung bantuan dari Pemerintah Provinsi, perbankan, dan tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Fadly.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas hujan di Kota Padang diperkirakan mulai menurun hingga awal pekan depan. Namun, potensi hujan tinggi diprediksi kembali meningkat pada Desember.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah zona merah untuk sementara waktu tidak kembali ke rumah mereka.
“Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan berada di zona merah, kami imbau sementara untuk tidak kembali dulu ke lokasi tersebut. Pemerintah Kota terus memperkuat mitigasi, termasuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas drainase serta percepatan recovery kawasan terdampak,” tegasnya.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, melaporkan bahwa jumlah warga terdampak bencana di Kota Padang mencapai sekitar 27 ribu jiwa.
Sementara di Kecamatan Pauh, tercatat 760 warga terdampak langsung akibat banjir bandang tersebut. Jumlah pengungsi yang ditampung di SMPN 44 Padang mencapai 327 orang.
Dalam kunjungan ini, berbagai pihak turut menyerahkan bantuan bagi warga terdampak. Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyalurkan 7.200 porsi makanan dan air mineral. BPBD Kota Padang juga memberikan bantuan berupa matras, family kit, sembako, dan selimut.
Selain itu, BNI memberikan bantuan berupa telur, beras, pampers, bubur bayi, susu, dan mie instan. Bank Nagari menyerahkan air mineral, beras, minyak goreng, telur, dan mie instan. BNN Sumbar turut menyalurkan sarung, telur, mie instan, dan kopi instan, sementara KNPI Sumbar membantu susu kotak untuk para pengungsi.(*)
Editor : Heri Sugiarto