Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Batubusuk Salah Satu Titik Trauma Healing, Polresta Padang Dampingi Korban Banjir

Silvina Fadhilah • Kamis, 27 November 2025 | 10:27 WIB

Tim Trauma Healing dari Polresta Padang berinteraksi dengan warga terdampak banjir di Kelurahan Batubusuk, Kecamatan Pauh, Rabu (26/11).
Tim Trauma Healing dari Polresta Padang berinteraksi dengan warga terdampak banjir di Kelurahan Batubusuk, Kecamatan Pauh, Rabu (26/11).
PADEK.JAWAPOS.COM—Setelah diguyur hujan tanpa henti selama empat hari, sejumlah kawasan di Kota Padang terdampak banjir dan longsor. Situasi darurat yang terjadi sejak awal pekan membuat ribuan warga waspada, terutama di daerah rawan banjir dan pergerakan tanah.

Di tengah kondisi tersebut, Polresta Padang menurunkan Tim Trauma Healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Salah satu lokasi yang dikunjungi tim berada di Kelurahan Batubusuk, Kecamatan Pauh, Rabu (26/11).

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, pengerahan Tim Trauma Healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat pada masa krisis.

Menurutnya, kondisi psikologis warga tidak kalah penting untuk diperhatikan selain penanganan fisik pascabencana.

“Sejak awal kejadian, Polresta Padang bersama unsur terkait melakukan evakuasi, layanan keselamatan, kesehatan, dan penempatan personel di titik rawan. Kini kami juga menurunkan Tim Trauma Healing untuk membantu warga yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana,” ujarnya.

Hujan dengan intensitas tinggi sejak pekan lalu membuat debit sungai meningkat dan mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan permukiman. Pergerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan ekstrem juga menyebabkan longsor di beberapa titik.

Aparat gabungan dari Polri, TNI, BPBD Kota Padang, dan relawan terus bekerja membuka akses jalan, mengevakuasi warga, serta menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian yang aman dari ancaman banjir susulan.

Di pos-pos pengungsian itulah Tim Trauma Healing bekerja memberikan layanan pemulihan psikologis. Tim berinteraksi dengan anak-anak melalui permainan, kegiatan menggambar, hingga sesi bercerita.

Bagi penyintas dewasa, tim memberikan konseling ringan untuk meredakan kecemasan akibat guncangan bencana. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan rasa aman warga serta membantu mereka beradaptasi kembali setelah peristiwa yang menimbulkan trauma tersebut.

“Pemulihan psikologis tak kalah penting dari penanganan fisik. Banyak warga yang mengalami ketakutan dan kehilangan. Pendampingan ini kami lakukan agar mereka bisa kembali tenang,” lanjut Kapolresta.

Kapolresta Padang juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas serta menjaga keselamatan diri dan keluarga dengan meningkatkan kewaspadaan di titik-titik rawan.

“Kami mengajak masyarakat mengikuti arahan petugas, meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melapor jika membutuhkan bantuan. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Melalui penanganan terpadu tersebut, ia berharap proses pemulihan masyarakat dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali pulih dan stabil setelah diterjang banjir dan longsor yang melanda kota tersebut. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#Batubusuk #korban banjir #polresta padang #trauma healing