Bencana ini menyebabkan lima orang meninggal dunia, ratusan rumah rusak, serta kerusakan berat pada infrastruktur vital.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut hujan mulai turun sekitar pukul 01.20 WIB, sementara laporan pertama banjir bandang diterima pada pukul 03.00 WIB dari Kelurahan Tabiang Banda Gadang.
“Kami segera menurunkan tim setelah menerima informasi awal. Total ada 15 titik terdampak banjir bandang yang tersebar di lima kecamatan. Sayangnya, lima orang ditemukan meninggal dunia setelah terseret derasnya arus,” ujar Hendri, Kamis malam.
Berdasarkan data sementara BPBD, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pauh, Koto Tangah, Nanggalo, Lubuk Begalung, dan Lubuk Kilangan. Titik-titik terdampak antara lain:
- Pauh: Jalan Batu Busuk (Lambung Bukit) dan Koto Tuo
- Koto Tangah: Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Dadok Tunggul Hitam, dan Lubuk Minturun
- Nanggalo: Jalan Gunung Jaro, Perum KIP Surau Gadang, Tanjung Berok
- Lubuk Begalung: kawasan By Pass dan Koto Baru Nan XX
- Lubuk Kilangan: Lubuk Peraku, Indarung
BPBD mencatat lima jembatan rusak berat, yakni Jembatan Gunung Nago (Pauh), Jembatan Kampung Tanjuang (Kuranji), Jembatan Kalawi Koto Panjang (Pauh), Jembatan Sawah Liek (Kuranji), dan Jembatan Kampung Koto (Nanggalo).
“Sedikitnya lima jembatan rusak berat, kondisi ini sangat menghambat akses transportasi masyarakat,” tegas Hendri.
Kerusakan permukiman tercatat 188 rumah terdampak, terdiri dari 12 rumah rusak berat, 86 rusak sedang, dan 90 rusak ringan.
BPBD memperkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah seiring proses pendataan.
Selain itu, tiga Sekolah Dasar (SD) dilaporkan rusak berat. Gangguan distribusi air bersih juga terjadi, dengan potensi terdampak hingga 100.000 pelanggan.
Pemerintah Kota Padang bersama TNI, Polri, dan relawan mengerahkan perahu karet, mobil rescue, ambulans, dapur umum, dan tangki air ke lokasi terdampak.
Bantuan logistik berupa sembako dan family kit telah disalurkan, serta posko darurat dan lokasi evakuasi sementara didirikan di setiap kelurahan terdampak.(CC1)
Editor : Hendra Efison