PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang secara resmi menghentikan sementara proses belajar mengajar di seluruh tingkatan pendidikan. Kebijakan ini diambil menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir dan dinilai membahayakan keselamatan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, saat dikonfirmasi pada Kamis (27/11) membenarkan kebijakan tersebut.
Ia menyebut, penghentian sementara proses belajar mengajar diberlakukan bagi seluruh siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP.
Yopi menjelaskan, keputusan ini dikeluarkan sebagai respons cepat terhadap kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, longsor, dan peningkatan potensi bencana lainnya di sejumlah titik Kota Padang.
Menurut Yopi, informasi mengenai kebijakan penghentian sementara aktivitas belajar sudah disampaikan kepada seluruh sekolah. Pihak sekolah kemudian diminta meneruskan informasi tersebut kepada para orangtua atau wali murid.
Ia mengatakan, langkah ini diambil tidak hanya untuk menghindari risiko perjalanan menuju sekolah, tetapi juga untuk memastikan anak berada dalam pengawasan keluarga selama kondisi cuaca yang tidak menentu.
Yopi menegaskan, para orangtua diharapkan dapat memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak mereka. Hal ini penting karena banyak wilayah di Kota Padang yang tengah berada dalam kondisi rawan akibat bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, meskipun proses belajar mengajar dihentikan sementara, keselamatan anak tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap orangtua dapat memastikan anak tetap berada di lingkungan yang aman selama masa penghentian ini.
Kekhawatiran orangtua terhadap situasi bencana di Padang turut memengaruhi penerimaan kebijakan tersebut. Banyak orangtua menyambut baik langkah Pemko Padang karena dinilai mengurangi risiko terhadap anak-anak.
Salah satu orangtua murid, Luli Apriani, mengatakan bahwa dirinya merasa was-was melihat kondisi Kota Padang dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, pemberitaan mengenai banjir dan bencana hidrometeorologi membuat banyak keluarga khawatir.
Luli menyebut, keputusan penghentian sekolah memberikan rasa tenang baginya. Ia merasa lebih aman mengetahui anak dapat tetap berada di rumah bersama keluarga selama kondisi cuaca ekstrem.
Hal senada juga disampaikan oleh Dodi, wali murid lainnya. Ia mengatakan bahwa kebijakan ini dianggap tepat melihat kondisi cuaca yang belum stabil dan potensi bahaya yang masih mengintai.
Dodi berharap cuaca kembali normal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung seperti biasa. Menurutnya, keselamatan anak-anak adalah hal utama yang perlu diutamakan pemerintah dan orangtua.
Ia menambahkan, para orangtua perlu tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Dengan situasi seperti sekarang, kewaspadaan menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan keluarga.
Penghentian sementara proses belajar mengajar ini direncanakan berlaku hingga Sabtu mendatang. Setelah itu, kebijakan lanjutan akan diputuskan sesuai perkembangan situasi di lapangan dan rekomendasi pihak terkait.
Pemko Padang bersama instansi teknis lainnya terus memantau perkembangan cuaca dan dampak bencana yang terjadi. Koordinasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, termasuk siswa dan tenaga pendidik.
Yopi menegaskan kembali bahwa semua keputusan dibuat berdasarkan pertimbangan keselamatan. Ia meminta masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Situasi bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini menjadi peringatan bagi banyak pihak bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kegiatan, termasuk pendidikan.
Dengan kebijakan penghentian sementara ini, ia berharap seluruh pihak dapat beradaptasi dan terus menjaga diri sampai kondisi kembali aman dan stabil. (yud)
Editor : Adetio Purtama