Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dilaporkan melibatkan sejumlah kendaraan besar, termasuk truk kontainer yang diduga mengalami rem blong serta sebuah truk tangki bermuatan CPO, di samping beberapa kendaraan penumpang lainnya.
Kasatlantas Polres Solok, Iptu Rido, membenarkan kejadian ini. Dalam laporan terkini yang disampaikan sekitar pukul 15.00 WIB, Iptu Rido menjelaskan bahwa pihaknya telah berada di Batas Kota Solok-Padang untuk melakukan penanganan dan pengaturan arus lalu lintas.
"Telah terjadi kecelakaan beruntun di jalur Panorama II Sitinjau Lauik yang melibatkan delapan kendaraan," ujar Iptu Rido, Jumat sore.
Ia menjelaskan, kejadian awal menunjukkan bahwa salah satu pemicu kecelakaan adalah gangguan pada sistem pengereman, di mana truk kontainer dilaporkan mengalami rem blong.
Untuk penanggulangan dampak kemacetan dan memperlancar proses evakuasi, Satlantas Polres Solok telah memberlakukan sistem buka tutup pada arus lalu lintas di jalur utama Solok menuju Padang maupun arah sebaliknya.
Pengaturan ini merupakan langkah darurat mengingat jalur Sitinjau Lauik saat ini juga berfungsi sebagai jalur alternatif utama akibat bencana alam yang melanda Sumatera Barat (Sumbar).
Iptu Rido secara tegas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi rute Solok-Padang dan sebaliknya agar mematuhi arahan petugas di lapangan. Ia menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama.
"Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tidak menciptakan dua jalur atau lebih. Ikuti seluruh petunjuk dari petugas di lapangan untuk kenyamanan dan keselamatan kita bersama," pungkasnya.
Kecelakaan ini sekali lagi menjadi pengingat akan pentingnya pengecekan kelayakan kendaraan dan kehati-hatian ekstra saat melintasi jalur ekstrem Sitinjau Lauik. (cc1)
Editor : Hendra Efison