Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

“Panen” Ikan Nila di Tengah Sampah Banjir: Warga Padang Serbu Taplau Usai Air Surut

Mengki Kurniawan • Jumat, 28 November 2025 | 18:22 WIB

Jumat sore (28/11/2025), tak jauh dari Tugu Merpati Perdamaian, warga menangkapi ikan air tawar menggelepar di antara kayu, plastik, dan sisa material banjir.
Jumat sore (28/11/2025), tak jauh dari Tugu Merpati Perdamaian, warga menangkapi ikan air tawar menggelepar di antara kayu, plastik, dan sisa material banjir.
PADEK.JAWAPOS.COM—Langit sore menggantung kelabu di atas Pantai Padang (Taplau). Langkah kaki berkejaran di atas pasir yang masih gelap oleh lumpur banjir.

Bukan wisatawan yang datang mencari senja, melainkan ratusan warga yang memburu sesuatu di bibir pantai: ikan nila yang terdampar.

Fenomena itu terjadi Jumat sore (28/11/2025), tak jauh dari Tugu Merpati Perdamaian.

Sejumlah ikan air tawar tampak menggelepar di antara kayu, plastik, dan sisa material banjir.

Air laut perlahan surut, meninggalkan “hadiah” tak terduga dari derasnya luapan sungai.

Di antara kerumunan, tampak tangan-tangan kecil anak-anak memegang kantong plastik, sementara orang dewasa menenteng ember dan tangguk besar.

Mereka menyusuri pasir basah, memungut satu per satu ikan yang masih segar.

“Ini kesempatan yang sangat jarang terjadi. Di tengah musibah, ternyata masih ada rezeki,” kata Desi (46), sembari menuang ikan nila ke dalam ember birunya.

“Sebagian kami makan, sisanya mau saya jual kalau ada yang beli.”

Luapan sungai dan kolam ikan warga yang terendam banjir diduga menjadi penyebab utama perpindahan ikan air tawar itu ke laut.

Arus deras menyeret ikan dari hulu, mengantarkannya hingga ke pesisir.

Di tengah bau sampah yang menyengat, semangat warga tak surut. Tawa sesekali pecah ketika mereka berhasil mengangkat ikan berukuran besar.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 8 Kendaraan di Sitinjau Lauik, Diduga Truk Rem Blong

Suherman (50) berdiri sambil memegang tangguk, matanya masih menyapu pasir.

“Inilah orang Minang. Di balik musibah, tetap cari cara untuk isi perut,” ujarnya sambil tertawa.

“Peristiwa seperti ini jarang sekali.”

Kerumunan itu tak hanya diisi oleh pemburu ikan. Sejumlah pengunjung Taplau ikut berhenti, menyaksikan pemandangan yang tak biasa.

Andri (26) dan Zahra (24) berdiri di tepi, merekam momen dengan ponsel mereka.

“Kami kaget lihat keramaian. Ternyata orang-orang sedang rebutan ikan terdampar,” ucap Andri.

“Belum pernah lihat pemandangan seperti ini,” timpal Zahra.

Anak-anak berlarian kecil menyusuri pasir, ember-ember mulai penuh, dan langit perlahan berubah jingga.

Di tengah sisa lumpur dan sampah banjir, Taplau sore itu bukan lagi sekadar pantai—melainkan panggung kecil bagi ketangguhan hidup warga pesisir.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#ikan nila terdampar #Tugu Merpati Perdamaian #Pantai Padang Taplau #banjir padang