Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan seluruh korban berasal dari Kecamatan Koto Tangah.
“Ada delapan warga kita yang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi,” ujar Hendri kepada Diskominfo, Jumat malam.
Ia merinci, enam korban berasal dari Lubuk Minturun, satu warga dari Ukur Koto, dan satu lainnya dari Pasie Nan Tigo. “Seluruh korban sudah kita evakuasi,” jelas Hendri.
Selain korban jiwa, dampak banjir meluas ke berbagai wilayah. Data Pusdalops BPBD Kota Padang mencatat 31.845 warga terdampak.
Kecamatan paling terdampak adalah Koto Tangah dengan 21.488 jiwa, disusul Padang Utara sebanyak 4.898 jiwa. “Sementara warga yang mengungsi sebanyak 17.220 jiwa,” kata Hendri.
BPBD juga mencatat kerusakan pada 156 unit rumah di Kota Padang. Kecamatan Pauh menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, yakni 80 unit.
“Kerusakan beragam, ada yang rusak berat, sedang, maupun rusak ringan,” tutur Hendri.
Hingga saat ini, Pusdalops BPBD Kota Padang masih melakukan pendataan lanjutan terhadap jumlah kerugian dan korban terdampak. Pembaruan data dilakukan setiap hari seiring perkembangan situasi di lapangan.(*)
Editor : Hendra Efison